Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
GORAKHPUR, NNC - Seorang bayi lahir dengan empat kaki dan dua alat kelamin. Menariknya penduduk setempat mengagumi apa yang mereka sebut sebagai mukjizat Tuhan.

Bayi tersebut baru saja dilahirkan di Gorakhpur, sebuah kota di wilayah utara India, Uttar Pradesh, sekitar 1.200 km tenggara New Delhi.

Terlahir dari ayah Bulhan Nishad, seorang buruh, dan ibu Rambha, anak laki-laki yang tidak disebutkan namanya itu perlu dioperasi di sebuah rumah sakit di kota Lucknow yang berdekatan.

Kondisi langkanya tampaknya merupakan hasil dari kembar parasit, di mana bagian dari kembar siam yang tidak pernah berkembang sepenuhnya dan tetap melekat pada bayi.

Ibunya, Rambha, dibawa ke rumah sakit karena dia sangat kesakitan saat melahirkan. Keluarga kemudian terkejut dengan keadaan bayi yang dilahirkan.

Dokter juga dilaporkan terkejut melihat apa yang terjadi, dan mengatakan bahwa anak laki-laki itu perlu dibawa ke rumah sakit yang lebih besar untuk perawatan.

Terlepas dari keterkejutan orang tua dan dokter, orang-orang setempat telah terpesona oleh bayi itu dan dilaporkan para penduduk rela berjalan jauh untuk sekedar melihat keadaan bayi yang dianggap sebagai mukjizat Tuhan.

Dokter tidak mengungkapkan apa yang telah menyebabkan kondisi bayi, tetapi tampaknya menjadi hasil dari kembar parasit. Dalam situasi yang tidak biasa namun rumit ini, bagian kembar yang belum berkembang dapat tetap melekat pada bayi yang hidup ketika dilahirkan.

Meskipun jarang, kembar parasit dianggap satu dalam satu juta kondisi dan ada banyak kasus yang didokumentasikan dari fenomena tersebut.

Dilansir dari laman Daily Mail, Selasa (18/9/2018), kembar parasit terjadi ketika bayi lahir dengan jaringan terlampir dari kembar yang belum berkembang yang meninggal di dalam rahim. Kembar parasit muncul ketika kembar identik gagal berpisah.

Tidak jelas mengapa ini terjadi, tetapi mungkin karena pasokan darah yang terbatas selama kehamilan, yang mengarah pada kematian dan penyerapan parsial dari salah satu kembar.

0 Response to " "

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1