Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Bakal cawapres Ma'ruf Amin menyinggung isu soal pemberian tanah yang diberikan para konglomerat, bukan untuk rakyat. Bahkan, dia menyebut, pemberian tanah kepada konglomerat itu dilakukan oleh pemerintah terdahulu.

Menanggapi hal itu, Kadiv Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menilai apa yang dikatakan Ma'ruf itu ibarat melempar bom ikan untuk mendapat ikan. Ferdinand menilai, Ma'ruf melempar isu untuk mendapat perhatian masyarakat.

"Kiai Ma'ruf ini sedang melempar bom ikan untuk mendapat ikan. Tak elok, dilarang kan menggunakan bom untuk mendapatkan ikan? Begitulah saya pikir analogi yang tepat dengan apa yang dilakukan oleh Kiai Ma'ruf," kata Ferdinand kepada kumparan, Senin (2/9).

"Kiai melempar isu untuk mendapat empati. Bagaimana mungkin Kiai tahu ada pembagian tanah ke konglomerat jika tidak tahu siapa pelakunya," imbuh dia.

Ferdinan menilai, Ma'ruf terlalu jauh untuk mengingat sesuatu yang ia tidak tahu siapa pelakunya. Ferdinand lalu menyinggung soal pembangunan tanah reklamasi yang menurutnya diperuntukkan untuk konglomerat.

"Saya pikir Kiai Ma'aruf telalu jauh mengingat sesuatu yang katanya dia tidak tau siapa, tapi lupa melihat kenyataan sekarang di depan mata terkait reklamasi dan berpihak pada konglomerasi," katanya.

Ferdinand menyarankan Ma'ruf untuk konsentrasi dengan visi misi dan program yang ditawarkan untuk bertarung dalam Pilpres 2019. Dengan begitu, pertarungan gagasan di Pilpres 2019 akan lebih seru.

"Sudahlah, Pak Kiai fokus saja paparkan visi misinya apa daripada sekadar menyinggung masa lalu yang tak mampu lagi diingatnya," jelasnya.

Ferdinand Hutahaen, politisi Partai Demokrat yang ditemui awak media pada Kamis (9/8). (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)

Sebelumnya, Ma'ruf menyebut pemberian tanah pada konglomerat bukan terjadi pada masa pemerintahan Jokowi-JK, melainkan di pemerintahan sebelumnya. Namun Ma'ruf pun tak mau menyebut dengan jelas siapa yang bertanggung jawab dalam persoalan itu. 

"Jadi yang ngasih bukan Pak Jokowi tapi orang sebelumnya itu. Saya enggak tahu orangnya, pokoknya sebelumnya," kata Ma'ruf di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Minggu (2/9)

0 Response to " "

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1