Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
AKURAT.CO, Sekretaris Jenderal PPP, Arsul Sani menilai statement-statement Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon provokatif.

Arsul mengatakan, pernyataan Fadli ihwal mengubah lirik lagu anak 'Potong Bebek Angsa' berpotensi memecah belah masyarakat.

"Sebagai elit, statement-statement Fadli Zon lebih banyak memprovokasi terjadinya gesekan dan menajamnya keterbelahan elemen-elemen masyarakat," kata Arsul kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (22/9).

Arsul menyebut, pernyataan Fadli Zon tak sejalan dengan keinginan calon presiden, Prabowo Subianto yang menginginkan Pilpres 2019 dapat berjalan damai.

"Fadli Zon tidak menyimak apa yang disampaikan Prabowo Subiabto yang juga menyerukan agar Pilpres bisa berlangsung damai, sejuk dan tetap menyatukan," jelasnya.

Arsul juga beranggapan bahwa tidak sepantasnya pimpinan DPR RI tersebut melontarkan ujaran kebencian dan menunduh orang yang tidak pernah sesuai fakta.

"Padahal dia (Fadli Zon) pimpinan DPR yg bukan kelasnya lagi untuk seperti itu," tutupnya.

Sebelumnya, Fadli di Twitter mengunggah video sekelompok pria dan wanita yang berjoget dengan topeng penguin sambil menari mengikuti lagu ‘potong bebek angsa’ yang telah diubah sebagian liriknya.

Sepotong lirik lagu itu diambil dari editan lirik lagu 'Potong Bebek Angsa' ala Fadli Zon. Secara keseluruhan, lagu itu memuat lirik berisi sindiran tajam kepada lawan politik Prabowo-Sandi.

Potong bebek angsa masak di kuali

gagal urus bangsa maksa dua kali

fitnah HTI fitnah FPI

ternyata mereka lah yang PKI

fitnah HTI fitnah FPI

ternyata mereka lah yang PKI

Potong bebek angsa masak di kuali

gagal urus bangsa maksa dua kali

takut diganti Prabowo-Sandi

Tralalalala lala

takut diganti Prabowo-Sandi

Tralalalala lala

Allahu Akbar.[]

    0 Response to " "

    Posting Komentar

    Iklan Tengah Artikel 1