Loading...
Loading...
AKURAT.CO, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menyindir keras dengan nada marah, pihak yang mengatakan bahwa Bulog harus tetap melakukan impor beras.
"Celakanya yang menyampaikan hal tersebut merupaka mantan Direktur Utama Bulog," jelasnya ketika ditemui di Kantornya, Jakarta, Rabu (19/9).
Ia menegaskan kepada pihak tersebut jangan menjadi pengkhianat dengan menyampaikan hal hal yang belum tentu benar.
"Itung-itungannya dia ga ngerti. Jangan jadi pengkhianat bangsa. Darimana dia? Itung-itungannya sendiri dipakai nasional. Saya sampaikan ini kepada yang asal ngomong, supaya ga asal ngomong," tegasnya geram.
Pria yang akrab disapa Buwas ini mengakui, sebelumnya ia mengabaikan kicauan tersebut. Hal itu lantaran ia tidak memperdulikan pihak tersebut.
Namun menurutnya, permasalahan ini harus dikonfirmasi agar tidak membuat masyarakat resah dengan pendapat seseorang yang belum tentu benar.
"Sebelumnya saya abaikan. Saya gaperduli sama dia. Tapi saya jawab hari ini. Jangan menghancurkan situasi. Jangan campurkan dengan kepentingan kelompok. Pendapat-pendapat yang belum tentu benar gausah dipublik, bikin resah masyarakat Indonesia," tuturnya.
Kendati demikian, ia tidak mengungkapkan secara detail siapa pihak tersebut. Ia hanya berharap, topik soal perberasan ini agar tenang dan tidak perlu diperpanjang lagi.
Hal tersebut agar tidak menimbulkan perselisihan serta mencegah situasi yang tidak kondusif diantara seluruh pihak yang terkait.
"Kalau bukan bidangnya tidak usah bicara. Saya siap di cek fisik kebenarannya kok malah saya senang. Tapi tanpa cek klarifikasi langsung ngomong, langsung bacot ini bahaya, bisa provokasi masyarakat. Emang kalau chaos mau tanggung jawab?," pungkasnya. []
"Celakanya yang menyampaikan hal tersebut merupaka mantan Direktur Utama Bulog," jelasnya ketika ditemui di Kantornya, Jakarta, Rabu (19/9).
Ia menegaskan kepada pihak tersebut jangan menjadi pengkhianat dengan menyampaikan hal hal yang belum tentu benar.
"Itung-itungannya dia ga ngerti. Jangan jadi pengkhianat bangsa. Darimana dia? Itung-itungannya sendiri dipakai nasional. Saya sampaikan ini kepada yang asal ngomong, supaya ga asal ngomong," tegasnya geram.
Pria yang akrab disapa Buwas ini mengakui, sebelumnya ia mengabaikan kicauan tersebut. Hal itu lantaran ia tidak memperdulikan pihak tersebut.
Namun menurutnya, permasalahan ini harus dikonfirmasi agar tidak membuat masyarakat resah dengan pendapat seseorang yang belum tentu benar.
"Sebelumnya saya abaikan. Saya gaperduli sama dia. Tapi saya jawab hari ini. Jangan menghancurkan situasi. Jangan campurkan dengan kepentingan kelompok. Pendapat-pendapat yang belum tentu benar gausah dipublik, bikin resah masyarakat Indonesia," tuturnya.
Kendati demikian, ia tidak mengungkapkan secara detail siapa pihak tersebut. Ia hanya berharap, topik soal perberasan ini agar tenang dan tidak perlu diperpanjang lagi.
Hal tersebut agar tidak menimbulkan perselisihan serta mencegah situasi yang tidak kondusif diantara seluruh pihak yang terkait.
"Kalau bukan bidangnya tidak usah bicara. Saya siap di cek fisik kebenarannya kok malah saya senang. Tapi tanpa cek klarifikasi langsung ngomong, langsung bacot ini bahaya, bisa provokasi masyarakat. Emang kalau chaos mau tanggung jawab?," pungkasnya. []
0 Response to " "
Posting Komentar