Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengkritik keras penyataan Presiden Jokowi saat berpidato di hadapan ribuan relawannya di SICC, Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu (4/8). Ketika itu, dengan berapi-api, Jokowi meminta para relawannya berani jika ada yang mengajak berkelahi.

Fahri lantas membandingkan pidato Jokowi dengan pidato-pidato yang pernah didengungkan oleh presiden pertama RI, Sukarno. 

“Pak Jokowi tidak pernah berpidato pada rakyat Indonesia yang menyatukan rakyat. Belum pernah. Bung Karno dulu semua pidato-pidatonya menyatukan rakyat. Musuh kita di luar. Inggris kita linggis, Amerika kita setrika,” kata Fahri di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/8).

"Jadi teralihlah perhatian kita pada musuh besar. Kita menyatu, melawan musuh, melawan musuh negara, melawan pengkhianat yang datang merongrong kita dari luar," imbuhnya.

Menurut Fahri, pidato Jokowi sering kali mengundang kontroversi karena dinilai mengadu domba sesama rakyat sendiri. Fahri juga menyebut relawan Jokowi yang hadir dalam acara saat itu merupakan kumpulan orang-orang yang tidak jelas. 

“Lah ini enggak (menyatukan rakyat). Pidatonya dari awal ngadu domba rakyatnya sendiri. Pisahkan agama dengan politik, saya Pancasila kamu bukan. Sampai begitu, ini sekarang begitu, diajak berantem relawan-relawan. Ini relawan enggak ada aktenya. Ini kumpulan enggak jelas,” ucapnya.


Dengan demikiran, Fahri meminta Jokowi untuk berhenti menyampaikan pernyataan-pernyataan yang memicu perpecahan dan permusuhan di antara masyarakat. Karena sebagai pemimpin, Jokowi seharusnya berpidato layaknya seorang negarawan. 

“Berhentilah memecah belah rakyat. Pak Jokowi harus mulai pidato sebagai negawaran. Yang membuat kita semua terpukau. Kegagalan narasi pemerintahan ini dari awal itulah yang merusak bangsa Indonesia,” pungkasnya.


Berikut cuplikan pidato Jokowi yang dianggap kontroversial:

Lakukan kampanye yang simpatik. Tunjukkan diri kita relawan yang bersahabat dengan semua golongan. Jangan bangun permusuhan, jangan membangun ujaran kebencian, jangan membangun fitnah-fitnah, tidak usah suka mencela, tidak usah suka menjelekkan orang. Tapi kalau diajak berantem juga berani

0 Response to " "

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1