Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
TRIBUNWOW.COM - Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, berdebat dengan tenaga ahli utama kedeputian IV bidang komunikasi politik dan diseminasi informasi Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin, terkait deklarasi '2019 Ganti Presiden'.

Hal ini diungkapkan keduanya saat sama-sama hadir dalam acara Dua Sisi TV One, Rabu (29/8/2018).

Mulanya, Fadli Zon membacakan deklarasi '2019 Ganti Presiden' pada selembar kertas.

"Deklarasi luar biasa bagus, Kami Relawan Nasional '2019 Ganti Presiden' dengan ini menyatakan sikap keprihatinan atas kemiskinan, ketidakadilan, ketidak-pihakan, dan ancaman terhadap kedaulan, serta krisis kepemimpinan yang terjadi saat ini di bumi NKRI.

Apa yang ditakuti?," tanya Fadli Zon setelah membacakan deklarasi di depan Ali Ngabalin.

Belum usai Fadli melanjutkan bicara, Ali Ngabalin pun menyahut sambil menunjuk-nunjuk Fadli Zon yang berada di meja yang berseberangan dengannya.

"Karna itu bohong, itu menipu," sahut Ngabalin.

Pembawa acara mencoba menenangkan keduanya yang tampak terlibat percekcokan.

"Ya, ntar, ntar, ntar," ujar pembawa acara sambil merentangkan tangan melerai.

Namun, Ngabalin masih melanjutkan bicaranya.

"Itu menipu, krisis kepemimpinan apa yang anda maksud?, kau bilang krisi kepemimpinan apa, berakhlak mulia apa," tambah Ngabalin.

Asrul Sani selaku sekjen PPP yang berada tepat di samping Ngabalin pun juga mencoba menenangkan Ngabalin dengan menghentikan gerakan tangan menunjuk-nunjuk dari Ngabalin.

"Enggak dong Fadli, narasi itu yang ada klaim, anda menipu," lanjut Ngabalin.

Pembawa acara pun tampak kewelahan menenangkan Ngabalin dan Fadli yang sama-sama saling sahut pembicaraan.

Sementara itu, diberitakan sebelumnya, Aktivis Gerakan '2019 Ganti Presiden' sekaligus kader Gerindra, Ahmad Dhani juga tampak terlibat adu pendapat dengan Ali Mochtar Ngabalin.

Dilansir TribunWow.com, hal tersebut tampak dari tayangan Kabar Petang yang tayang di tvOne pada Senin (27/8/2018).

Awalnya, Rocky Gerung dan Ali Ngabalin terlibat debat yang membahas soal tudingan makar terhadap gerakan '2019 Ganti Presiden'.

Di tengah debat panas keduanya, Ahmad Dhani kemudian mengungkit data Badan Pusat Statistik (BPS) yang memuat data kemiskinan era Joko Widodo (Jokowi).

"Jadi gini, dalam Gerakan Ganti Presiden ini, saya kan kemarin ke Surabaya, ketemu beberapa relawannya.

Mereka itu tidak semuanya mendukung Prabowo loh, itu terkuak kemarin ketika saya di Surabaya.

Mereka hanya kepingin ganti presiden, pokoknya jangan yang ini aja presidennya.

Ya kalau saya memang caleg (calon legislatif) Gerindra, memang saya ingin pak Prabowo jadi presiden.

Tapi beberapa teman yang lain belum tentu juga, mereka hanya inggin ganti presiden.

Nah, semisal ganti presiden ini diteruskan, semasa kampanye, kita pun akan kasih edukasi ke masyarakat, kenapa presiden ini harus diganti, kita kasih edukasi.

Dan itu poin-poinnya sudah saya buat semua.

Jadi kita tidak hanya berkoar-koar ganti presiden, tidak.

Kita mensosialisasikan kepada masyarakat kenapa kita harus ganti presiden.

Satu gini, dua gini, tiga gini, empat gini, gitu loh.

Jadi kita ngasih edukasi, kalau masyarakatnya tidak nyoblos, presidennya tetap itu juga.

Misal nih, kenapa kita harus ganti presiden, satu, Presiden Jokowi itu presiden yang paling gagal dalam mengentaskan kemiskinan.

Dia hanya mengentaskan kemiskinan 1,1 persen selama empat tahun kerjanya.

Sementara presiden yang lain itu ada yang tiga persen, 5 persen.

Sehingga presiden ini paling gagal menurunkan kemiskinan," kata Ahmad Dhani.

Mendengar pemaparan Ahmad Dhani, Ali Ngabalin awalnya tampak tertawa.

Ia pun menanyakan data yang mana yang dipakai.

"Yang harus ditanya itu data apa yang dipakai oleh Ahmad Dhani, pakai data apa? Kenapa saya bilang begini, statistik yang dipakai," kata Ali Ngabalin sembari tertawa.

Di sisi lain, Ahmad Dhani langsung memotong perkataan Ali Ngabalin dan menyebutkan data yang ia paparkan adalah data dari BPS.

Mendengar hal itu, Ali Ngabalin kemudian terdiam.

Ali Ngabalin pun tampak melanjutkan omongannya dengan seharusnya data yang dipakai data yang harus bisa dipertanggung jawabkan validitasnya.

Di sisi lain, Ahmad Dhani tampak terus memotong dan meneriakkan jika data tersebut adalah dari data BPS.

Ali Ngabalin kemudian mengalihkan pembicaraan dengan membahas soal tawaf (mengelilingi Kabah).

Mendengar hal itu, Ahmad Dhani kemudian meminta agar Ali Ngabalin tidak keluar konteks dalam membahas data kemiskinan.

Terakhir, Ahmad Dhani meminta Ali Ngabalin menjawab data yang ia paparkan, ditambah dengan data utang yang telah menggunung hingga ribuan triliun.

"Jadi fokus saja, apakah data yang saya sampaikan salah?," kata Ahmad Dhani.

Pembawa acara lantas memotong debat keduanya dengan mengalihkan pembicaraan kepada pengamat politik Rocky Gerung yang juga hadir dalam acara tersebut.

Sementara itu, Ali Ngabalin tampak menunduk dan sibuk dengan hpnya setelah debat dengan Ahmad Dhani tadi.

Lihat videonya di sini:

0 Response to " "

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1