Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
TRIBUNWOW.COM - Gubernur terpilih Jawa Barat, Ridwan Kamil, memberikan imbauan terkait perbedaan politik.

Hal itu diungkapkan Ridwan melalui Twitter miliknya, @Ridwankamil, Sabtu (18/8/2018).

Ridwan mengatakan jika perbedaan politik adalah hal yang wajar, namun jangan menggunakan kata makian terlebih sebutan-sebutan yang diberikan pada lawan politik.

"Dalam politik pilihan, Selalu ada alasan utk menyukai & alasan utk selalu tdk menyukai.
Tapi jangan gunakan kata makian apalagi kata-kata hewan, spt kecebong vs kampret. Skg ditiru ol anak2 kita di medsos.
Kita seharusnya merdeka dari hal-hal tersebut. Bangsa kita punya adab. Termuat di sila ke-2," tulis Ridwan Kamil.

Kicauan dari Ridwan Kamil ini pun mendapatkan komentar dari beberapa netizen.

Seperti yang dilontarkan oleh akun @mynameindra, "Dari atas nya dulu gimana nyontohin..juga para buzer yg di bayar untuk bikin gaduh."

Kemudian akunardani Ali Sera setuju dengan imbauan ustaz Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), untuk tidak saling mengolok dengan menyebut cebong dan kampret.

"Kami sangat setuju ya. Karena dunia sosmed benar-benar berkembangnya sangat pesat. Termasuk berbagai istilah-istilah yang saya juga enggak terlalu tahu ya. Imbauan itu bagus," ujar Mardani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, (9/7/2018).

Menurut Mardani pemerintah seharusnya ikut peduli dengan fenomena di media sosial tersebut.

Pemerintah harus memberikan literasi media yang baik kepada masyarakat sehingga tidak saling mengolok-ngolok yang dapat menimbulkan perpecahan.

"Etikanya, karena Sosmed sama seperti kita di jalan raya. Ketika di jalan raya semua gak pakai etika ya tabrakan," katanya.

Mardani mengatakan kegaduhan yang terjadi di media sosial selama ini telah mereduksi modal sosial bangsa Indonesia.

Padahal, untuk menjadi bangsa yang maju perlu modal sosial yang kuat.

"Jadi seruan jangan sebatas seruan. Tapi ada literasi dan kampanye sosmed yang masif. Yang berikutnya penegakan hukum," pungkasnya.

Sebelumnya Aa Gym meminta masyarakat untuk tidak mengolok-ngolok satu sama lain dengan sebutan cebong dan kampret. Istilah tersebut selama ini digunakan di media sosial terhadap seseorang yang memiliki sikap politik tertentu.

"Jangan panggil-memanggil dengan gelaran-gelaran yang buruk. Satu panggil kecebong, satu panggil kampret. Jangan ikutan ya. Jangan ikutan manggil kampret, manggil kecebong. Kita manusia," kata Aa Gym dalam ceramahnya di Masjid Istiqlal, Jakarta, Ahad, (8/7/2018).

0 Response to " "

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1