Loading...
Loading...
Politikus Fadli Zon dengan menggunakan akun Twitter @fadlizon mempertanyakan kemampuan penyelenggara negara di bidang ekonomi dengan indikator harga daging dan telur ayam di pasar.
"Ngurus harga telur saja nggak becus, bagaimana ngurus negara?" kata Fadli Zon dengan menggunakan tanda #2019GantiPresiden pada 2 Agustus lalu.
Pernyataan Fadli Zon untuk menanggapi pernyataan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution yang memprediksi harga daging ayam dan telur ayam yang disebutkan baru normal lagi sekitar pertengahan Agustus nanti. Menurut Darmin Nasution harga daging dan telur ayam pasti akan naik jelang Lebaran setelah dua atau tiga bulan kemudian akan normal lagi.
Politikus Partai Solidaritas Indonesia Dedek Prayudi mencoba mematahkan pendapat Fadli Zon yang dianggapnya omong kosong. Menurut Dedek Prayudi pemerintah mampu mengurus harga di pasar.
"Becus kok pak. Inflasi rata-rata tahunan sejak Pak Jokowi menjabat mencapai titik terendahnya dalam 1 windu terakhir, dibawah 4 persen. Itu artinya secara umum harga komoditas stabil dan terjangkau pak walau ada naik turun sedikit," kata Dedek Prayudi melalui akun Twitter @Uki23.
Dedek Prayudi menilai pendapat Fadli Zon tidak disertai data sehingga tidak mempengaruhi opini publik.
"Itulah sebabnya ketika anda berkoar-koar soal rakyat makin sulit, tidak berpengaruh banyak pada opini masyarakat, kecuali ya memang your own die hard supporters. Mau bukti? Nih pak. Saran saya, kalau mau bangun opini pakai data pak supaya nggak jadi angin lalu," kata Dedek Prayudi menggunakan akun @Uki23.
Dedek Prayudi kemudian menampilkan grafik inflasi dan sasaran inflasi yang bersumber dari Badan Pusat Statistik.
El Manik yang memakai akun @elmaniks kemudian menambahkan lagi data perbandingan inflasi dari zaman Soeharto, Susilo Bambang Yudhoyono, dan Joko Widodo.
"Lihatlah yang paling stabil jaga inflasi (2015-2017) SBY (2004-2014). Pak Harto (1969-1998)," katanya.
Dedek Prayudi memuji data yang ditampilkan El Manik. "Keren datanya. Yuk kita patahkan omong kosong itu dengan data," kata dia. []
"Ngurus harga telur saja nggak becus, bagaimana ngurus negara?" kata Fadli Zon dengan menggunakan tanda #2019GantiPresiden pada 2 Agustus lalu.
Pernyataan Fadli Zon untuk menanggapi pernyataan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution yang memprediksi harga daging ayam dan telur ayam yang disebutkan baru normal lagi sekitar pertengahan Agustus nanti. Menurut Darmin Nasution harga daging dan telur ayam pasti akan naik jelang Lebaran setelah dua atau tiga bulan kemudian akan normal lagi.
Politikus Partai Solidaritas Indonesia Dedek Prayudi mencoba mematahkan pendapat Fadli Zon yang dianggapnya omong kosong. Menurut Dedek Prayudi pemerintah mampu mengurus harga di pasar.
"Becus kok pak. Inflasi rata-rata tahunan sejak Pak Jokowi menjabat mencapai titik terendahnya dalam 1 windu terakhir, dibawah 4 persen. Itu artinya secara umum harga komoditas stabil dan terjangkau pak walau ada naik turun sedikit," kata Dedek Prayudi melalui akun Twitter @Uki23.
Dedek Prayudi menilai pendapat Fadli Zon tidak disertai data sehingga tidak mempengaruhi opini publik.
"Itulah sebabnya ketika anda berkoar-koar soal rakyat makin sulit, tidak berpengaruh banyak pada opini masyarakat, kecuali ya memang your own die hard supporters. Mau bukti? Nih pak. Saran saya, kalau mau bangun opini pakai data pak supaya nggak jadi angin lalu," kata Dedek Prayudi menggunakan akun @Uki23.
Dedek Prayudi kemudian menampilkan grafik inflasi dan sasaran inflasi yang bersumber dari Badan Pusat Statistik.
Becus kok pak. Inflasi rata-rata tahunan sejak Pak Jokowi menjabat mencapai titik terendahnya dalam 1 windu terakhir, dibawah 4%. itu artinya secara umum harga komoditas stabil dan terjangkau pak walau ada naik turun sedikit. https://t.co/xkmaSdNffL— Dedek Prayudi, BA, MSc (@Uki23) 3 Agustus 2018
El Manik yang memakai akun @elmaniks kemudian menambahkan lagi data perbandingan inflasi dari zaman Soeharto, Susilo Bambang Yudhoyono, dan Joko Widodo.
"Lihatlah yang paling stabil jaga inflasi (2015-2017) SBY (2004-2014). Pak Harto (1969-1998)," katanya.
Becus kok pak. Inflasi rata-rata tahunan sejak Pak Jokowi menjabat mencapai titik terendahnya dalam 1 windu terakhir, dibawah 4%. itu artinya secara umum harga komoditas stabil dan terjangkau pak walau ada naik turun sedikit. https://t.co/xkmaSdNffL— Dedek Prayudi, BA, MSc (@Uki23) 3 Agustus 2018
Dedek Prayudi memuji data yang ditampilkan El Manik. "Keren datanya. Yuk kita patahkan omong kosong itu dengan data," kata dia. []
0 Response to " "
Posting Komentar