Loading...
Loading...
Pernyataan Presiden Joko Widodo yang meminta para relawannya untuk tidak takut dalam menghadapi lawan politiknya dinilai sebagai sikap yang ngawur.
Menurut Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, ucapan Jokowi yang menyerukan untuk siap berkelahi jika ada pihak-pihak yang mengajak ribut relawan dinilai sebagai bentuk provokasi jelang Pilpres 2019.
"Pernyataan agar siap kelahi ini jelas provokasi dan tak pantas diucapkan seorang Presiden (capres) yang selalu ngaku-ngaku Pancasilais," kata Fadli Zon dalam akun Twitternya, Minggu (5/8/2018).
Selain itu, perkataan yang keluar dari mulut seorang Presiden itu juga dianggap tak tepat. Di era demokrasi seperti saat ini, 'perkelahian' bisa disalurkan dengan cara-cara yang sehat tapna mengingkari asas demokrasi itu sendiri.
"Perkelahian dalam demokrasi adalah mendaptkan suara rakyat dengan jujur adil dan tak curang. Inilah demokrasi yang beradab," pungkasnya.
Sebelumnya, Jokowi yang terkenal kalem secara mengejutkan menyampaikan pidato yang berbeda dari biasanya.
Dalam pidato di depan para relawan di Bogor, Presiden Joko Widodo meminta kepada relawan untuk tak tinggal diam jika diserang lawan politik.
"Jangan membangun permusuhan, ujaran-ujaran kebencian, dan jangan membangun fitnah-fitnah. Tidak usah mencela dan menjelekkan orang lain. Tapi kalau diajak berantem juga berani," tutur Jokowi di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Sabtu (4/8/2018).
Menurut Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, ucapan Jokowi yang menyerukan untuk siap berkelahi jika ada pihak-pihak yang mengajak ribut relawan dinilai sebagai bentuk provokasi jelang Pilpres 2019.
"Pernyataan agar siap kelahi ini jelas provokasi dan tak pantas diucapkan seorang Presiden (capres) yang selalu ngaku-ngaku Pancasilais," kata Fadli Zon dalam akun Twitternya, Minggu (5/8/2018).
Selain itu, perkataan yang keluar dari mulut seorang Presiden itu juga dianggap tak tepat. Di era demokrasi seperti saat ini, 'perkelahian' bisa disalurkan dengan cara-cara yang sehat tapna mengingkari asas demokrasi itu sendiri.
"Perkelahian dalam demokrasi adalah mendaptkan suara rakyat dengan jujur adil dan tak curang. Inilah demokrasi yang beradab," pungkasnya.
Sebelumnya, Jokowi yang terkenal kalem secara mengejutkan menyampaikan pidato yang berbeda dari biasanya.
Dalam pidato di depan para relawan di Bogor, Presiden Joko Widodo meminta kepada relawan untuk tak tinggal diam jika diserang lawan politik.
"Jangan membangun permusuhan, ujaran-ujaran kebencian, dan jangan membangun fitnah-fitnah. Tidak usah mencela dan menjelekkan orang lain. Tapi kalau diajak berantem juga berani," tutur Jokowi di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Sabtu (4/8/2018).
Sumber: Krikom.id
0 Response to " "
Posting Komentar