Loading...
Loading...
Masuknya Deddy Mizwar menjadi juru bicara Jokowi-Ma'ruf Amin cukup mengejutkan. Pasalnya, Deddy merupakan kader Partai Demokrat yang pada Pilpres 2019 mendukung Prabowo-Sandi.
Menanggapi hal tersebut, Kadiv Advokasi dan Hukum Demokrat Ferdinand Hutahaean menyatakan sikap politik Deddy Mizwar tak memiliki etika. Tak hanya itu, Ferdinan juga menyebut Demiz-sapaan Deddy Mizwar sebagai orang yang tak menghargai Partai Demokrat.
"Saya tidak terbiasa menggunakan istilah kutu loncat tetapi yang pasti bagi saya yang dilakukan Demiz ini politik yang kurang beretika sebetulnya," ucap Ferdinan saat dihubungi kumparan, Selasa (28/8) malam.
"Beliau masih terdaftar sebagai kader Partai Demokrat, pengurus Partai Demokrat tetapi mengambil sikap berbeda dengan partainya, yaa itu tidak menghormati partai dia bernaung, partai yang telah memberikan ruang besar untuk dia mengikuti konstentasi politik di negeri ini," sambungnya.
Meski begitu ia mengatakan tak jadi masalah jika Demiz memilih untuk menjadi jubir dan mendukung Jokowi di Pilpres 2019. Namun, lanjutnya, sebagai seorang politikus, ia juga harus mengikuti aturan main yang berlaku di Partai Demokrat.
"Jadi kalau Pak Demiz mau mendukung Pak Jokowi tidak masalah tapi dia harus menghormati Partai Demokrat supaya tidak terkesan arogan sebaiknya mengundurkan diri dari Partai Demokrat baru mendukung Pak Jokowi," kata dia.
Ferdinan juga menegaskan Partai Demokrat tidak akan memanggil Demiz untuk dimintai klarifikasi terkait sikap politiknya yang berseberangan. Ia meminta agar Demiz sadar diri untuk segera mengundurkan diri dari Partainya itu.
"Saya pikir partai tidak terlalu penting menghabiskan waktu untuk memanggil-manggil seperti ini, yaa kita harapkan yang bersangkutan sadar diri aja untuk mengundurkan diri menghabiskan energi partai juga lah panggil-panggil kayak gini," tutupnya.
Menanggapi hal tersebut, Kadiv Advokasi dan Hukum Demokrat Ferdinand Hutahaean menyatakan sikap politik Deddy Mizwar tak memiliki etika. Tak hanya itu, Ferdinan juga menyebut Demiz-sapaan Deddy Mizwar sebagai orang yang tak menghargai Partai Demokrat.
"Saya tidak terbiasa menggunakan istilah kutu loncat tetapi yang pasti bagi saya yang dilakukan Demiz ini politik yang kurang beretika sebetulnya," ucap Ferdinan saat dihubungi kumparan, Selasa (28/8) malam.
"Beliau masih terdaftar sebagai kader Partai Demokrat, pengurus Partai Demokrat tetapi mengambil sikap berbeda dengan partainya, yaa itu tidak menghormati partai dia bernaung, partai yang telah memberikan ruang besar untuk dia mengikuti konstentasi politik di negeri ini," sambungnya.
Meski begitu ia mengatakan tak jadi masalah jika Demiz memilih untuk menjadi jubir dan mendukung Jokowi di Pilpres 2019. Namun, lanjutnya, sebagai seorang politikus, ia juga harus mengikuti aturan main yang berlaku di Partai Demokrat.
"Jadi kalau Pak Demiz mau mendukung Pak Jokowi tidak masalah tapi dia harus menghormati Partai Demokrat supaya tidak terkesan arogan sebaiknya mengundurkan diri dari Partai Demokrat baru mendukung Pak Jokowi," kata dia.
Ferdinan juga menegaskan Partai Demokrat tidak akan memanggil Demiz untuk dimintai klarifikasi terkait sikap politiknya yang berseberangan. Ia meminta agar Demiz sadar diri untuk segera mengundurkan diri dari Partainya itu.
"Saya pikir partai tidak terlalu penting menghabiskan waktu untuk memanggil-manggil seperti ini, yaa kita harapkan yang bersangkutan sadar diri aja untuk mengundurkan diri menghabiskan energi partai juga lah panggil-panggil kayak gini," tutupnya.
0 Response to " "
Posting Komentar