Loading...
Loading...
KRICOM.id - Persaudaraan Alumni 212 mengecam pernyataan Presiden Joko Widodo yang seakan memperbolehkan relawan pendukungnya untuk berantem. Sebab, hal itu tak mencerminkan sebagai sosok seorang negarawan.
Jubir PA 212, Habib Novel Bamukmin mengatakan, ungkapan Jokowi membuat suasana politik menjadi tidak sehat.
"Artinya melakukan kezaliman. Kami umat Islam dikriminalisasi. Jangankan siap berkelahi, enggak diajak aja berkelahi," kata Novel kepada Kricom di Jakarta, Senin (6/8/2018).
Novel menilai, pernyataan Jokowi ini berbahaya bagi bangsa. "Seperti ada pemimpin bergaya preman,'' sesalnya.
Novel melihat, PDIP sebagai pengusung Jokowi seperti suka membuat keresahan.
"Seharusnya dia mengajak warga untuk damai dan bukan siap berkelahi. Kalau mau mempertahankan harga diri tapi jangan diungkap umum. Ini benar-benar di depan kader. Ini kok ngajak kadernya seperti preman," sesalnya.
Novel berharap agar Jokowi meralat ucapannya. "Dia harus memohon maaf," tutupnya.
Jubir PA 212, Habib Novel Bamukmin mengatakan, ungkapan Jokowi membuat suasana politik menjadi tidak sehat.
"Artinya melakukan kezaliman. Kami umat Islam dikriminalisasi. Jangankan siap berkelahi, enggak diajak aja berkelahi," kata Novel kepada Kricom di Jakarta, Senin (6/8/2018).
Novel menilai, pernyataan Jokowi ini berbahaya bagi bangsa. "Seperti ada pemimpin bergaya preman,'' sesalnya.
Novel melihat, PDIP sebagai pengusung Jokowi seperti suka membuat keresahan.
"Seharusnya dia mengajak warga untuk damai dan bukan siap berkelahi. Kalau mau mempertahankan harga diri tapi jangan diungkap umum. Ini benar-benar di depan kader. Ini kok ngajak kadernya seperti preman," sesalnya.
Novel berharap agar Jokowi meralat ucapannya. "Dia harus memohon maaf," tutupnya.
0 Response to " "
Posting Komentar