Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
KRICOM - Usai memberikan kisi-kisi terkait sosok yang akan menjadi calon wakil presiden (cawapres) pendamping Jokowi, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M. Romahurmuziy juga membahas soal pertambahan partai pendukung koalisi.

Menurut pria yang akrab disapa Romi ini, ada satu partai yang berpotensi untuk masuk ke dalam koalisi Jokowi. Namun partai tersebut masih menimbang-nimbang beberapa faktor sebelum memutuskan pendiriannya dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

"H-2. Koalisi @jokowi tinggal memasuki tahap akhir, yaitu apakah akan ada tambahan parpol," ujar Romi lewat akun Twitter pribadinya, @MRomahurmuziy, Rabu (8/8/2018).

Romi menjelaskan, partai tersebut merupakan salah satu 'lawan berat' Jokowi. Pasalnya, partai itu kerap melontarkan kritik-kritik pedas selama Jokowi menjabat sebagai presiden selama 4 tahun belakangan.

"Masih ada 1 parpol galau berat, karena selama 4 tahun ini habis-habisanan mengkritik lebih dari oposisi," sambungnya tanpa menyebut nama partai yang ia maksud. "Tapi dia melihat realitas politik yang sebaliknya."

Ucapan Romi senada dengan pernyataan yang diucapkan Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto. Pada Selasa lalu, Hasto mengatakan ada satu partai yang akan bergabung dengan koalisi Jokowi.

"Insya Allah kata teman-teman sekjen bisa jadi 10, kira-kira seperti itu. Jadi penjelasan tadi sudah sangat gamblang," kata Hasto saat ditemui di Jakarta Pusat, Selasa (7/8/2018).

Sampai saat ini, Jokowi sebagai calon presiden petahana telah disokong oleh PDIP, Partai Golkar, Partai Nasdem, Partai Hanura, PPP, PKB, PSI, PKPI, dan Perindo.

0 Response to " "

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1