Loading...
Loading...
KRICOM - Sehari jelang peringatan hari Kemerdekaan Indonesia ke-73, Presiden Joko Widodo memaparkan kinerjanya dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
Meski mengaku menemui berbagai tantangan, namun Jokowi mengklaim berbagai prestasi pun telah diraih dalam hal pertumbuhan ekonomi.
"Alhamdulillah, di tengah ketidakpastian ekonomi global, kita masih mampu menjaga kinerja ekonomi relatif baik dan stabil," kata Presiden di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (16/8/2018).
Diakuinya, pertumbuhan ekonomi dinilai tinggi dan konsisten. Setidaknya ada peningkatan dari tahun 2014 yang hanya sebesar 5 persen meningkat menjadi 5,17 persen di semester pertama tahun 2018.
"Tingkat inflasi rendah, turun dari 8,36 persen pada tahun 2014 menjadi 3,18 persen pada Juli tahun 2018," ungkap Jokowi.
Kinerja ekonomi tersebut diklaimnya telah mampu memperbaiki indikator utama kesejahteraan masyarakat.
"Tingkat pengangguran terbuka turun dari 5,70 persen menjadi 5,13 persen. Kemiskinan turun dari 11,25 persen pada tahun 2014 menjadi satu digit 9,82 persen pada tahun 2018. Selain itu, Rasio Gini sebagai indikator ketimpangan pendapatan turun dari 0,406 menjadi 0,389," ungkapnya.
Sejauh ini, pihaknya tengah melakukan perbaikan indikator kesejahteraan rakyat dengan berbagai cara. Mulai dari reformasi fiskal dan struktural yang dinilai telah mengembalikan Indonesia ke peringkat layak investasi dari seluruh lembaga rating internasional.
"Peringkat kemudahan berusaha atau Ease of Doing Business juga meningkat tajam, naik 48 peringkat dalam tiga tahun terakhir. Logistic Performance Index Indonesia juga naik 7 peringkat dalam periode 2014-2018. Capaian-capaian tersebut menjadi pemicu bagi kita semua untuk terus bekerja keras bagi peningkatan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia," pungkasnya.
Meski mengaku menemui berbagai tantangan, namun Jokowi mengklaim berbagai prestasi pun telah diraih dalam hal pertumbuhan ekonomi.
"Alhamdulillah, di tengah ketidakpastian ekonomi global, kita masih mampu menjaga kinerja ekonomi relatif baik dan stabil," kata Presiden di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (16/8/2018).
Diakuinya, pertumbuhan ekonomi dinilai tinggi dan konsisten. Setidaknya ada peningkatan dari tahun 2014 yang hanya sebesar 5 persen meningkat menjadi 5,17 persen di semester pertama tahun 2018.
"Tingkat inflasi rendah, turun dari 8,36 persen pada tahun 2014 menjadi 3,18 persen pada Juli tahun 2018," ungkap Jokowi.
Kinerja ekonomi tersebut diklaimnya telah mampu memperbaiki indikator utama kesejahteraan masyarakat.
"Tingkat pengangguran terbuka turun dari 5,70 persen menjadi 5,13 persen. Kemiskinan turun dari 11,25 persen pada tahun 2014 menjadi satu digit 9,82 persen pada tahun 2018. Selain itu, Rasio Gini sebagai indikator ketimpangan pendapatan turun dari 0,406 menjadi 0,389," ungkapnya.
Sejauh ini, pihaknya tengah melakukan perbaikan indikator kesejahteraan rakyat dengan berbagai cara. Mulai dari reformasi fiskal dan struktural yang dinilai telah mengembalikan Indonesia ke peringkat layak investasi dari seluruh lembaga rating internasional.
"Peringkat kemudahan berusaha atau Ease of Doing Business juga meningkat tajam, naik 48 peringkat dalam tiga tahun terakhir. Logistic Performance Index Indonesia juga naik 7 peringkat dalam periode 2014-2018. Capaian-capaian tersebut menjadi pemicu bagi kita semua untuk terus bekerja keras bagi peningkatan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia," pungkasnya.
0 Response to " "
Posting Komentar