Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
KRICOM - Aktivis Progres 98, Faizal Assegaf menilai, calon presiden petahana, Joko Widodo (Jokowi) memiliki tujuan yang mulia saat memutuskan untuk menggandeng KH. Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden (cawapres) pendampingnya.

Menurut Faizal, tujuannya adalah semata-mata demi menyatukan Indonesia yang saat ini sedang terpecah oleh beredarnya isu-isu SARA.

Bergabungnya Ma'ruf Amin ke kubu Jokowi juga akan memberikan dampak besar terhadap massa 212 yang sebelumnya kerap menyerang pemerintah. Menurut Faizal, massa 212 kini malah berpotensi untuk menjauhi kubu oposisi, salah satunya Prabowo Subianto.

''Prabowo hanya membangun satu keyakinan dengan memanfaatkan (Alumni 212) untuk pilpres demi tujuan mendongkrak suara Gerindra," tuturnya di Jakarta, Jumat (17/8/2018).

Dengan bergabungnya Ma'ruf, maka umat Islam yang selama ini berbeda-beda pandangan politiknya bisa berbalik arah dan mendukung Jokowi.

"Maksudnya Ma'ruf menjadi cawapres itu untuk menyatukan seluruh umat beragama di Indonesia dan mayoritas umat Islam dengan Pak Jokowi untuk memenangkan satu pentas Demokrasi secara santun, secara berakhlak, secara damai, menang bersama umat," kata pria yang juga Alumni 212 ini.

Faizal juga memprediksi, masuknya KH. Ma'ruf Amin juga akan semakin menimbulkan dualisme dan keraguan dalam kelompok terutama Alumni 212.

"Terutama yang yakin bahwa aspirasi mereka terwakili oleh pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin," pungkas Faizal.

0 Response to " "

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1