Loading...
Loading...
JAKARTA, NNC – Sekelompok massa menolak kehadiran Rocky Gerung dan Ratna Sarumpaet saat aksi unjuk rasa di depan Mapolda Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (24/8/2018) siang.
Rocky Gerung dan Ratna Serumpaet berencana mengisi diskusi yang akan digelar Sabtu (25/8/2018) kemarin di Warung Umah Ubi Atok Kulop, Pangkal Pinang.
Penolakan itu dilakukan karena diskusi yang hendak dihadiri Rocky Gerung dan Ratna Sarumpaet dinilai bermuatan politis.
Terkait Hal itu Direktur Eksekutif lembaga survei Charta Politika, Yunarto Wijaya menanggapi insiden yang dialami Rocky Gerung dengan Ratna Sarumpaet merupakan sikap yang berlebihan.
Hal itu diungkapkannya melalui cuitan di akun twitter yang diunggahnya Minggu (25/8/2018)
Selain itu Yunarto mengatakan gerakan 2019 ganti presiden adalah kampanye terburuk bagi incumbent atau petahana.
Pria yang biasa disapa dengan Toto ini juga menyebutkan kampanye seperti itu bukanlah gaya Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika sedang bertarung.
“Sikap berlebihan melarang diskusi2 dan gerakan 2019 ganti presiden adalah "kampanye" terburuk buat incumbent... Dan ini bukan gaya khas seorang @jokowi ketika sedang bertarung... Entah gaya siapa...,” tulis Yunarto Minggu (26/8/2018).

Cuitan Toto ini pun mendapat beragam komentar dari para warganet. Berikut komentar warganet yang terpantau NNC, Senin (27/8/2018).
@SinchanSky: Diskusi itu boleh tp hrs jelas dan tdk menimbulkan provokasi..lagian kan calon presiden sdh jls..knp ms ada tagar 2019 ganti presiden?hrsx klo gak pilik jokowi buat tagar 2019 presiden prabowo
@aryakirana08:Gerakan #2019GantiPresiden sprti paku smkin d tekan maka smkin kuat,contoh sprti gerakan aksi bela Islam smkin d tekan d halangi aparat d busukan oleh media @korantempo @Metro_TV @kompasiana smkin kuat mengajak simpatik umat
@rusmianto19: Sikap urakan dan ga waras yg berlebihan adlh sngt memalukan bgi bowo cs.. mnjual agama utk tujuan politik adlh tindakan mnusia" yg oleng kjiwaanx & mnjijikan...
@sweetfirda: Pertarungan blum dimulai kok udah ada yang curi start dengan alasan demokrasi..puih
@ini_nano: pastinya gaya org yg ingin mempertahankan kekuasaan. Sampai saat ini @jokowi membisu dgn adanya pembungkaman trhdp aspirasi masyarakat.
@SaidiAbdulRahm4: Yg salah bkn diskusi ny mas mnrt saya, akan tetapi wacana lain yg menyertai nya. Keresahan ini yg d jaga oleh semua pihak. Aplg ini belumlah memasuki masa kampanye..
@LindraEddianto: Melarang deklarasi ganti presiden memang bukan gaya Jokowi tapi sikap/gaya spontan dari rakyat yg sudah cerdas dan tidak sudi diadu domba. Rakyat tau aksi ganti presiden didukung oleh partai/ormas yang tujuannya ganti Pancasila dg khilafah.
Rocky Gerung dan Ratna Serumpaet berencana mengisi diskusi yang akan digelar Sabtu (25/8/2018) kemarin di Warung Umah Ubi Atok Kulop, Pangkal Pinang.
Penolakan itu dilakukan karena diskusi yang hendak dihadiri Rocky Gerung dan Ratna Sarumpaet dinilai bermuatan politis.
Terkait Hal itu Direktur Eksekutif lembaga survei Charta Politika, Yunarto Wijaya menanggapi insiden yang dialami Rocky Gerung dengan Ratna Sarumpaet merupakan sikap yang berlebihan.
Hal itu diungkapkannya melalui cuitan di akun twitter yang diunggahnya Minggu (25/8/2018)
Selain itu Yunarto mengatakan gerakan 2019 ganti presiden adalah kampanye terburuk bagi incumbent atau petahana.
Pria yang biasa disapa dengan Toto ini juga menyebutkan kampanye seperti itu bukanlah gaya Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika sedang bertarung.
“Sikap berlebihan melarang diskusi2 dan gerakan 2019 ganti presiden adalah "kampanye" terburuk buat incumbent... Dan ini bukan gaya khas seorang @jokowi ketika sedang bertarung... Entah gaya siapa...,” tulis Yunarto Minggu (26/8/2018).

Cuitan Toto ini pun mendapat beragam komentar dari para warganet. Berikut komentar warganet yang terpantau NNC, Senin (27/8/2018).
@SinchanSky: Diskusi itu boleh tp hrs jelas dan tdk menimbulkan provokasi..lagian kan calon presiden sdh jls..knp ms ada tagar 2019 ganti presiden?hrsx klo gak pilik jokowi buat tagar 2019 presiden prabowo
@aryakirana08:Gerakan #2019GantiPresiden sprti paku smkin d tekan maka smkin kuat,contoh sprti gerakan aksi bela Islam smkin d tekan d halangi aparat d busukan oleh media @korantempo @Metro_TV @kompasiana smkin kuat mengajak simpatik umat
@rusmianto19: Sikap urakan dan ga waras yg berlebihan adlh sngt memalukan bgi bowo cs.. mnjual agama utk tujuan politik adlh tindakan mnusia" yg oleng kjiwaanx & mnjijikan...
@sweetfirda: Pertarungan blum dimulai kok udah ada yang curi start dengan alasan demokrasi..puih
@ini_nano: pastinya gaya org yg ingin mempertahankan kekuasaan. Sampai saat ini @jokowi membisu dgn adanya pembungkaman trhdp aspirasi masyarakat.
@SaidiAbdulRahm4: Yg salah bkn diskusi ny mas mnrt saya, akan tetapi wacana lain yg menyertai nya. Keresahan ini yg d jaga oleh semua pihak. Aplg ini belumlah memasuki masa kampanye..
@LindraEddianto: Melarang deklarasi ganti presiden memang bukan gaya Jokowi tapi sikap/gaya spontan dari rakyat yg sudah cerdas dan tidak sudi diadu domba. Rakyat tau aksi ganti presiden didukung oleh partai/ormas yang tujuannya ganti Pancasila dg khilafah.
0 Response to " "
Posting Komentar