Loading...
Loading...
JAKARTA, NNC - Kisah sedih yang dialami oleh Mahfud MD setelah mengungkapkan kronologisnya di detik-detik akhir dipanggil Joko Widodo (Jokowi) ke Istana menjelang diumumkan nama bakal calon wapres di Pilpres 2019 mendapat respon dari berbagai pihak.
Pasalnya, nama bakal calon yang berinisial 'M' yang disebut-sebut mengerucut ke Mahfud MD, ternyata meleset dan justru yang keluar dari kantong Jokowi bukan Mahfud MD melainkan Ma'ruf Amin yang adalah Ketua Umum MUI yang akhirnya dipilih Jokowi jadi pendampingnya di pilpres nanti. Belakangan Nama Muhaimin kembali jadi populer dibicarakan publik terkait munculnya Ma'ruf Amin yang jadi cawapres Jokowi.
Lalu, apa hubungannya dengan nama Muhaimin Iskandar, alias Cak Imin, Ketua Umum PKB yang belakangan seakan-akan jadi seterunya pak Mahfud MD?
Berbagai media massa memberitakan, bahkan memprediksi keluarnya nama Ma'ruf Amin bisa kelaur dari kantong Jokowi (diduga) ada campur tangan Cak Imin? Pertanyaan sekarang, apakah benar Cak Imin menelikung Mahfud MD ?
Padahal mantan ketua MK itu dikabarkan sudah mempersiapkan segala dokumen syarat bakal calon wapres Jokowi. Dia bahkan sudah mengukur Jas dan lainnya, namun di detik-detik terakhir batal. Kekecewaan pasti ada.
Kasus lama bakal terkuak? Nama Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar pernah disebut terlibat dalam kasus dugaan suap di lingkungan Kemenakertrans di masa dirinya menjabat Menakertrans.
Para advokat dari alumni Universitas Islam Indonesia mendesak Mahfud mengungkap kasus-kasus korupsi atau pelanggaran pidana yang diduga dilakukan oleh Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.
"Kami mendukung Pak Mahfud mengungkap nama-nama yang disebut itu. Kami juga memiliki dokumennya. Silakan buka dan kami akan back-up," kata Kordinator Advokat UII, Ari Yusuf Amir dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan, Kamis (16/8/2018).
Pria kelahiran Madura, Jawa Timur itu, namanya sempat santer bakal jadi cawapresnya Jokowi ini sebelumnya membuka cerita terkait penyelamatan menteri sekaligus kader NU yang terseret kasus korupsi di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Kasus menteri terseret kasus kardus duren. Saya ingat, ketika waktu di berada di Mekkah, pagi-pagi subuh, Pak Aqil Siroj menelepon saya dan berbicara. 'Pak Mahfud Pak Mahfud Tolong, sesama kader NU tolong ini diselamatkan, nanti NU bisa rusak ini kalau kena'," kenang Mahfud MD ketika berbicara di acara Indonesia Lawyers Club (ILC), pekan ini (Selasa, 14/8/2018).
Advokat dari alumni Universitas Islam Indonesia menyebut, Komisi Pemberantasan Korupsi ketika itu mengusut perkara suap di lingkungan Kemenakertrans, di mana Muhaimin Iskandar yang akrab disapa Cak Imin merupakan menterinya. Disebut juga bahwa, uang suap tersebut ditempatkan di sebuah kardus durian, maka munculah istilah kasus suap "kardus durian".
Pasalnya, nama bakal calon yang berinisial 'M' yang disebut-sebut mengerucut ke Mahfud MD, ternyata meleset dan justru yang keluar dari kantong Jokowi bukan Mahfud MD melainkan Ma'ruf Amin yang adalah Ketua Umum MUI yang akhirnya dipilih Jokowi jadi pendampingnya di pilpres nanti. Belakangan Nama Muhaimin kembali jadi populer dibicarakan publik terkait munculnya Ma'ruf Amin yang jadi cawapres Jokowi.
Lalu, apa hubungannya dengan nama Muhaimin Iskandar, alias Cak Imin, Ketua Umum PKB yang belakangan seakan-akan jadi seterunya pak Mahfud MD?
Berbagai media massa memberitakan, bahkan memprediksi keluarnya nama Ma'ruf Amin bisa kelaur dari kantong Jokowi (diduga) ada campur tangan Cak Imin? Pertanyaan sekarang, apakah benar Cak Imin menelikung Mahfud MD ?
Padahal mantan ketua MK itu dikabarkan sudah mempersiapkan segala dokumen syarat bakal calon wapres Jokowi. Dia bahkan sudah mengukur Jas dan lainnya, namun di detik-detik terakhir batal. Kekecewaan pasti ada.
Kasus lama bakal terkuak? Nama Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar pernah disebut terlibat dalam kasus dugaan suap di lingkungan Kemenakertrans di masa dirinya menjabat Menakertrans.
Para advokat dari alumni Universitas Islam Indonesia mendesak Mahfud mengungkap kasus-kasus korupsi atau pelanggaran pidana yang diduga dilakukan oleh Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.
"Kami mendukung Pak Mahfud mengungkap nama-nama yang disebut itu. Kami juga memiliki dokumennya. Silakan buka dan kami akan back-up," kata Kordinator Advokat UII, Ari Yusuf Amir dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan, Kamis (16/8/2018).
Pria kelahiran Madura, Jawa Timur itu, namanya sempat santer bakal jadi cawapresnya Jokowi ini sebelumnya membuka cerita terkait penyelamatan menteri sekaligus kader NU yang terseret kasus korupsi di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Kasus menteri terseret kasus kardus duren. Saya ingat, ketika waktu di berada di Mekkah, pagi-pagi subuh, Pak Aqil Siroj menelepon saya dan berbicara. 'Pak Mahfud Pak Mahfud Tolong, sesama kader NU tolong ini diselamatkan, nanti NU bisa rusak ini kalau kena'," kenang Mahfud MD ketika berbicara di acara Indonesia Lawyers Club (ILC), pekan ini (Selasa, 14/8/2018).
Advokat dari alumni Universitas Islam Indonesia menyebut, Komisi Pemberantasan Korupsi ketika itu mengusut perkara suap di lingkungan Kemenakertrans, di mana Muhaimin Iskandar yang akrab disapa Cak Imin merupakan menterinya. Disebut juga bahwa, uang suap tersebut ditempatkan di sebuah kardus durian, maka munculah istilah kasus suap "kardus durian".
0 Response to " "
Posting Komentar