Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
JAKARTA, JITUNEWS.COM - Baru-baru ini Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyebut anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin ber-IQ 80 secara komunal.

Partai NasDem yang merupakan anggota koalisi Jokowi pun geram dan mempertanyakan balik IQ Mardani karena mengucapkan istilah saja salah.

"Istilahnya salah, ini kami mempertanyakan IQ dari yang memberikan pernyataan. Memenuhi standar nggak itu IQ-nya?" kata Sekjen NasDem Johnny G Plate dilansir dari detik.com, Selasa (21/8).

Lantas, istilah apa yang salah dari sindiran Mardani untuk timses Jokowi-Ma'ruf?

Menurut Johnny, istilah 'IQ komunal' salah. Karena penggunaan istilah 'IQ komunal' cenderung merendahkan masyarakat.

"Nggak ada itu komunal IQ, yang ada collective IQ. Kalau komunal IQ itu merendahkan martabat masyarakat, karena komunal itu masyarakat," ujarnya.

Johnny pun menyarankan Mardani belajar teori psikologi agar punya pengetahuan lebih dalam soal istilah-istilah kecerdasan itu.

Soal istilah 'komunal' yang digunakan Mardani, ia menduga memang ada prasangka buruk dari kubu sebelah terhadap masyarakat.

"Makanya belajar teori psikologi dulu supaya paham apa itu IQ, EQ, SQ dan apa itu collective IQ. Jangan nambah-nambah komunal IQ," sebut Johnny.

"Mengerti dulu arti komunal. Kalau itu dipakai akan merendahkan masyarakat. Memang itu ada prasangka dari sebelah untuk merendahkan martabat bangsa sendiri, ada banyak tanda-tanda itu," imbuhnta.

Sebelumnya Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyebut Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf aneh karena belum memiliki ketua. Karena aneh, Mardani lalu bicara inteligence quotient atau kecerdasan intelektual (IQ) dari masing-masing pribadi anggota TKN.

"Padahal bisa jadi IQ personal 120 tapi IQ komunal (kumpulan) bisa cuma 80 karena semua sangat tergantung ketua, ketua dan ketua," sindir Mardani.

0 Response to " "

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1