Loading...
Loading...
Cuitan politikus Partai Demokrat Andi Arief soal tudingan adanya mahar Rp 500 miliar yang diberikan Sandiaga Uno agar menjadi cawapres Prabowo Subianto di Pilpres 2019 menuai perhatian. Pakar Hukum Tata Negara Universitas Gadjah Mada (UGM) sekaligus Direktur Advokasi Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) UGM, Zainal Arifin, menilai cuitan tersebut harus diusut oleh KPU.
Dia meminta agar KPU segera memanggil Andi Arief untuk melakukan klarifikasi. Sebab, menurutnya, tuduhan tersebut bukan hal yang sepele.
"Pertama tentu saja orang yang menyebut itu (harus dipanggil) karena dia dianggap tahu. Harusnya dikejar kalau ceritanya masih sama dan ada indikasinya, partainya paling nggak harus dipanggil.
"Risiko bisa banyak. Satu, pasti kita bicara nasib pemilu dan orang bisa menganggap pemilu soal duit menduit. Kedua, ini menjadi petaka karena proses kandidatisasi pakai money politics. UU (pemilu) sebagai rambu, kalau rambu ditabrak ya UU harus ditegakkan," kata Zainal.

Zainal mengatakan jika memang terbukti melakukan money politics, pencalonan tersebut dapat digugurkan oleh KPU. "Gunanya pasal (UU Pemilu) itu adalah untuk ditegakkan dan itu bisa berimplikasi banyak salah satunya pembatalan pencalonan. Harus dikejar, ini penting," pungkasnya.
“(Mengelus dada) thank you, thank you, thank you banget,” kata Sandi di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (9/8).
Dia meminta agar KPU segera memanggil Andi Arief untuk melakukan klarifikasi. Sebab, menurutnya, tuduhan tersebut bukan hal yang sepele.
"Pertama tentu saja orang yang menyebut itu (harus dipanggil) karena dia dianggap tahu. Harusnya dikejar kalau ceritanya masih sama dan ada indikasinya, partainya paling nggak harus dipanggil.
Karena tuduhannya tidak sederhana dan pelanggaran bagi pemilu," jelas Zainal di sela-sela kunjungannya ke rumah Mahfud MD di Sleman, Jumat (10/8) malam.
Pemeriksaan tersebut dianggapnya penting lantaran bangsa ini tengah membagun sistem demokrasi yang lebih baik. Selain itu, praktik money politics merupakan sebuah pelanggaran.
Pemeriksaan tersebut dianggapnya penting lantaran bangsa ini tengah membagun sistem demokrasi yang lebih baik. Selain itu, praktik money politics merupakan sebuah pelanggaran.
"Risiko bisa banyak. Satu, pasti kita bicara nasib pemilu dan orang bisa menganggap pemilu soal duit menduit. Kedua, ini menjadi petaka karena proses kandidatisasi pakai money politics. UU (pemilu) sebagai rambu, kalau rambu ditabrak ya UU harus ditegakkan," kata Zainal.

Zainal mengatakan jika memang terbukti melakukan money politics, pencalonan tersebut dapat digugurkan oleh KPU. "Gunanya pasal (UU Pemilu) itu adalah untuk ditegakkan dan itu bisa berimplikasi banyak salah satunya pembatalan pencalonan. Harus dikejar, ini penting," pungkasnya.

Sebelumnya, terkait tudingan Andi Arief, Sandiaga Uno enggan berkomentar. Sandi justru tampak menghindar, sembari mengelus dada, Sandi hanya mengucapkan terima kasih.
“(Mengelus dada) thank you, thank you, thank you banget,” kata Sandi di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (9/8).
0 Response to " "
Posting Komentar