Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
AKURAT.CO Saat ini lagi hangat pembicaraan tentang seruan Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin, ketika bersama Komunitas Anak Bangsa yang berisi alumni Universitas Indonesia mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo dua periode. Sambil menunjukkan jari dengan simbol L, mereka menyerukan tagline: Lanjutkan, Lawan, Libas.

Politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean dengan menggunakan akun Twitter @LawanPoLitikJKW mengkritik penggunaan slogan itu dan menyebutnya brutal.

"Ngeri sekali pendukung @jokowi, ngakunya orang berpendidikan dari UI, tapi taglinenya brutal. Lanjutkan, Lawan, Libas. Seram sekali masa depan republik di tangan Jokowi. Maunya kelahi aja," kata Ferdinand Hutahaean.

Ketua Progres 98 Faizal Assegaf dengan memakai akun Twitter @faizalassegaf menanggapi pernyataan Ferdinand Hutahaean yang dinilainya belok.

"Kalau yang ginian, jujur sulit diluruskan, belokkannya "sungguh terlalu." Tapi saran saya buat anda, biar ga baperan dan makin stress, anggap aja kumpulan penggemar sepak bola atau klub dangdutan yang lagi euforia. Gita aje!" katanya.

Menurut Faizal Assegaf mustahil seorang Presiden Jokowi mengarahkan Ali Mochtar Ngabali untuk sosialisasi dengan slogan lawan dan libas musuh politik. Menurut Faizal Assegaf aksi itu merupakan kreasi pribadi Ali Mochtar Ngabalin.

"Ga mungkinlah Pak @jokowi arahkan bung Ali Ngabalin untuk sosialiasi slogan kampanye: "lawan dan libas" musuh politik. Brutal donk. Itu kreasi Ngabalin dengan klaim alumni UI sebagai pembenaran. Dari sudut manapun doktrin politik tersebut sangat menyesatkan dan tidak mewakili politik santun JKW," kata dia.

Himalaya Marbun yang memakai akun @himalayaaa__ mencoba memaknai slogan lawan dan libas menurut versinya.

"Lawan dan libas bisa dalam artian melawan dan melibas segala bentuk provokasi, hate speech, isu sara, hoax, fitnah. Jadi bukan libas dan lawan musuh politiknya, tetapi tindakan kotor yang mereka lakukan. In my opinion," katanya.

Faizal Assegaf memuji opini Himalaya Marbun dan berharap hal itu menjawab pernyataan Ferdinand Hutahaean.

"Jawaban cerdas anda ini perlu di WA/SMS ke Bung Ngabalin dan alumni UI, biar nangkis tudingan bung Ferdinand CS. @LawanPoLitikJKW. Fakta terkadang rakyat biasa jauh lebih cerdas dan jernih dalam berpikir. Mantap dah, jangan sampai perang saudara aje!" kata @faizalassegaf.

Menurut Ferdinand Hutahaean kata libas itu identik dengan kekerasan.

"Pelanggaran hukum apapun itu, hoax dan lain-lain harus dilawan dengan mengedepankan hukum, bukan dengan kekerasan. Masa yang begini kalian tidak paham? Cobalah buka hati sedikit saja supaya bangsa ini tidak hancur karena perang saudara," kata dia.

Faizal Assegaf menambahkan kalau seruan Ali Mochtar Ngabalin bisa dibuktikan melawan hukum dan berpotensi memicu perang saudara, dia sarankan Ferdinand Hutahaean laporkan hal itu ke polisi.

"Termasuk melayangkan surat protes terbuka pada organisasi Aluni UI, apa benar alumni mereka kaum terpelajar mendukung sikap brutal Ngabalin?" katanya. []

    0 Response to " "

    Posting Komentar

    Iklan Tengah Artikel 1