Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
AKURAT.CO Ferry Irawan sudah meminta maaf atas ucapannya yang mengundang kemarahan Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama. Tetapi, Gerakan Pemuda Ansor melalui Lembaga Bantuan Hukum Ansor Jawa Timur tetap melanjutkan proses hukum terhadap pemuda yang menyebut "Banser idiot" dalam video blog yang dibuat politikus Partai Gerindra Ahmad Dhani ketika terjadi penolakan terhadap aksi #2019GantiPresiden di Surabaya.

“Maaf diterima, tapi dilanjut. Ya kita ikut pimpinan pusat karena kita paling dibawah,” Ketua Pengurus Cabang AnsorSurabaya Faridz Afif di Markas Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya, Rabu (29/8).

Saat ini, Faridz Afif masih menunggu instruksi Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas.

“Tunggu perintah ketua umum untuk kasus Ferry. Perkembangannya, belum tahu tindak lanjutnya. Belum ada laporan dari LBH, kita tunggu. Habis ini kita ketemu LBH Ansor,” kata Faridz Afif.

Di Mapolrestabes Surabaya tadi, Faridz Afif menghadiri mediasi dengan Front Pembela Islam yang difasilitasi kepolisian dan Wali Kota Surabaya Trismaharini dalam kasus perselisihan usai aksi #2019GantiPresiden.

Faridz Afif mengatakan dalam mediasi dengan FPI tadi, kasus Ferry Irawan tidak dibahas. Banser merasa nama baiknya telah dicemarkan oleh kata-kata Ferry Irawan.

Terkait keterlibatan anggota Banser dalam gesekan dengan massa aksi #2019GantiPresiden di halaman Masjid Kemayoran hari Minggu (26/8), Faridz Afif mengatakan itu sudah diluar komando.

“Kami di dalam pimpinan Ansor masih menggali informasi dan fakta. Karena ada dua hal, ada yang gerakkan atau dari hati nurani. Yang jelas bukan saya yang gerakkan. Ada sanksi, kita pecat, kalau tidak satu komando,” kata dia.

Dalam organisasi Banser ada sktruktural dan kultural. Menurut dia biasanya yang susah dikendalikan adalah kader dari kultural. “Biasanya sudah pensiun , tapi masih jiwa Banser,” katanya.

Ahmad Dhani hendak ikut deklarasi #2019GantiPresiden pada Minggu itu, tetapi tidak bisa keluar dari Hotel Majapahit karena dihadang massa.

Kemudian video yang diambil di hotel itu beredar di media sosial. Dalam video terdengar kata-kata "Banser idiot." Belakangan Ahmad Dhani membantah, bukan dirinya yang menyebut itu.

Dalam video berdurasi 3.20 menit, Ferry Irawan menyampaikan permintaan maaf kepada Banser dan masyarakat. Ferry Irawan mengaku khilaf dan mengakui kesalahannya.

"Saya Ferry yang dari vlog mas Ahmad Dhani yang mengucapkan kata tidak semestinya bagi Banser atau terasa menyinggung Banser atau simaptisannya. Saya dari lubuk hati yang paling dalam meminta maaf dengan tulus," kata Ferry Irawan.

Memakai kemeja kotak-kotak dan rambut dibiarkan panjang dan terurai, Ferry berjanji tidak mengulanginya perbuatan.

Dia juga meminta maaf kepada FPI karena sudah lama tidak ikut aktif dalam kegiatan mereka. "Saya juga meminta maaf ke teman-teman FPI yang berjuang sampai saat ini," ujarnya.

Ferry Irawan hari itu datang ke Surabaya untuk menemui Ahmad Dhani. []

    0 Response to " "

    Posting Komentar

    Iklan Tengah Artikel 1