Loading...
Loading...
AKURAT.CO, Kinerja orang nomor satu di Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Sri Mulyani Indrawati tengah disoroti di negeri ini.
Pidato Ketua MPR Zulkifli Hasan pada Sidang Tahunan MPR di Gedung MPR/DPR pada Kamis (16/8) lalu yang menyoroti terkait nilai utang pemerintah bak palu godam yang menghujam ke jantung Menkeu yang juga mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut.
Zulkifli Hasan yang juga politisi PAN melontarkan kritik, bahwa nilai utang pemerintah sudah setara dengan tujuh kali dana desa di seluruh Indonesia dan kondisi tersebut sudah di luar ambang batas wajar.
Pun kendati demikian, Menkeu Sri Mulyani Indrawati justeru menyalahkan pemerintahan sebelumnya yang membuat utang Indonesia kian bengkak sehingga Pemerintahan Joko Widodo harus menanggung beban berat.
Politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean melalui @LawanPoLitikJKW saling bercuit ria dengan dosen UI Ronnie Higuchi Rusli yang berakun @Ronnie_Rusli.
Mereka menuliskan Menurut Menkeu 44% adlh utang masa lalu (artinya utang dr sblm Nganu sampai HM Soeharto) maka hutang masa kini adlh 100% - 44% hasilnya utang masa kini. Menkeu tau gak sih mana yg besar 44% atau 56%. Artinya “utang masa” lalu yg hrs dibayar lbh kecil dari hutang masa Nganu????????, lantas Ferdinand membalas Menkeuterbaik sejagad ternyata kurang pintar ilmu pengurangan ya? ????.
Bahkan Ferdinand turut mencuitkan bahwa Sri Mulyani tidak akan berani secara buka-bukaan untuk membeberkan jumlah utang negara yang sebenarnya, agar masyarakat menjadi tahu bagaimana posisi utang saat ini.
Mmgnya berani pemerintah ini buka2an utang? Ga berani, ia membalas dengan meretweet cuitan DADDY suryana yang berakun @daddy_suryana Saran saya untuk Ibu Sri Mulyani, buka dan beberkan saja utang pemerintahan masa lalu dan untuk apa?
Sebelumnya Sri Mulyani telah menjelaskan, bahwa pembayaran pokok utang tahun 2018 sebesar Rp396 triliun itu dihitung berdasarkan posisi utang per akhir Desember 2017.
“Dari jumlah tersebut 44% adalah utang yang dibuat pada periode sebelum 2015 (Sebelum Presiden Jokowi). Ketua MPRsaat ini adalah bagian dari kabinet saat itu,” kata dia melalui fanpage Facebooknya, yang baru diunggah beberapa saat lalu.
Sementara itu, lanjut Menkeu, 31,5% pembayaran pokok utang adalah untuk instrumen SPN (Surat Perbendaharaan Negara)/SPN-S (Surat Perbendaharaan Negara Syariah) yang bertenor di bawah satu tahun yang merupakan instrumen untuk mengelola arus kas (cash management).
“Pembayaran utang saat ini adalah kewajiban yang harus dipenuhi dari utang masa lalu, mengapa baru sekarang diributkan?” tulis Sri Mulyani dengan nada bertanya. []
Pidato Ketua MPR Zulkifli Hasan pada Sidang Tahunan MPR di Gedung MPR/DPR pada Kamis (16/8) lalu yang menyoroti terkait nilai utang pemerintah bak palu godam yang menghujam ke jantung Menkeu yang juga mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut.
Zulkifli Hasan yang juga politisi PAN melontarkan kritik, bahwa nilai utang pemerintah sudah setara dengan tujuh kali dana desa di seluruh Indonesia dan kondisi tersebut sudah di luar ambang batas wajar.
Pun kendati demikian, Menkeu Sri Mulyani Indrawati justeru menyalahkan pemerintahan sebelumnya yang membuat utang Indonesia kian bengkak sehingga Pemerintahan Joko Widodo harus menanggung beban berat.
Udah kena mukanya SMI sendiri..๐๐@LawanPoLitikJKW— ๐ฎ๐ฉLombokBerduka๐ฎ๐ฉ (@rajawaliNKRI) 22 Agustus 2018
"Sri Mulyani kan Menkeu era itu. Jangan menyalahkan masa lalu kecuali Sri Mulyani mau meludahi wajah sendiri"
Elite Demokrat: Sri Mulyani Meludah ke Atas Jatuh ke Muka Sendiri – VIVA https://t.co/cp6PhzBCfJ
Cc @AnnaSuezann
Politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean melalui @LawanPoLitikJKW saling bercuit ria dengan dosen UI Ronnie Higuchi Rusli yang berakun @Ronnie_Rusli.
Mereka menuliskan Menurut Menkeu 44% adlh utang masa lalu (artinya utang dr sblm Nganu sampai HM Soeharto) maka hutang masa kini adlh 100% - 44% hasilnya utang masa kini. Menkeu tau gak sih mana yg besar 44% atau 56%. Artinya “utang masa” lalu yg hrs dibayar lbh kecil dari hutang masa Nganu????????, lantas Ferdinand membalas Menkeuterbaik sejagad ternyata kurang pintar ilmu pengurangan ya? ????.
Menkeu terbaik sejagad ternyata kurang pintar ilmu pengurangan ya? ๐ https://t.co/nzYyBkzYZF— ๐ฎ๐ฉ FERDINAND HUTAHAEAN ๐ฎ๐ฉ (@LawanPoLitikJKW) 22 Agustus 2018
Bahkan Ferdinand turut mencuitkan bahwa Sri Mulyani tidak akan berani secara buka-bukaan untuk membeberkan jumlah utang negara yang sebenarnya, agar masyarakat menjadi tahu bagaimana posisi utang saat ini.
Mmgnya berani pemerintah ini buka2an utang? Ga berani, ia membalas dengan meretweet cuitan DADDY suryana yang berakun @daddy_suryana Saran saya untuk Ibu Sri Mulyani, buka dan beberkan saja utang pemerintahan masa lalu dan untuk apa?
Mmgnya berani pemerintah ini buka2an utang? Ga berani https://t.co/GTK4jYTKJo— ๐ฎ๐ฉ FERDINAND HUTAHAEAN ๐ฎ๐ฉ (@LawanPoLitikJKW) 22 Agustus 2018
Sebelumnya Sri Mulyani telah menjelaskan, bahwa pembayaran pokok utang tahun 2018 sebesar Rp396 triliun itu dihitung berdasarkan posisi utang per akhir Desember 2017.
“Dari jumlah tersebut 44% adalah utang yang dibuat pada periode sebelum 2015 (Sebelum Presiden Jokowi). Ketua MPRsaat ini adalah bagian dari kabinet saat itu,” kata dia melalui fanpage Facebooknya, yang baru diunggah beberapa saat lalu.
Sementara itu, lanjut Menkeu, 31,5% pembayaran pokok utang adalah untuk instrumen SPN (Surat Perbendaharaan Negara)/SPN-S (Surat Perbendaharaan Negara Syariah) yang bertenor di bawah satu tahun yang merupakan instrumen untuk mengelola arus kas (cash management).
“Pembayaran utang saat ini adalah kewajiban yang harus dipenuhi dari utang masa lalu, mengapa baru sekarang diributkan?” tulis Sri Mulyani dengan nada bertanya. []
0 Response to " "
Posting Komentar