Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
AKURAT.CO Saran politikus Partai Demokrat Andi Arief agar Presiden Joko Widodo berkantor sementara waktu di Lombok ditanggapi secara serius oleh mantan Ketua Dewan Pengawas Lembaga Penelitian Pendidikan Penerapan Ekonomi dan Sosial Rustam Ibrahim. Rustam Ibrahim penasaran dengan ketua umumnya Andi Arief, Susilo Bambang Yudhoyono, sewaktu masih menjadi Presiden apakah juga pernah menginap di Aceh dan Padang ketika kena musibah bencana alam.

"Numpang tanya? Waktu Tsunami Aceh 2004 yang sangat dahsyat, dan gempa Sumatera Barat 2009 7.6 Skala Richter yang juga dahsyat, apakah SBY pernah berkantor di Banda Aceh dan Padang?" kata Rustam Ibrahim melalui akun Twitter @RustamIbrahim.

Andi Arief menyarankan Jokowi berkantor di Lombok untuk memastikan penanganan korban bencana gempa bumi berjalan baik.

‏"Presiden memang perlu seminggulah pindah kantor ke Lombok, untuk memastikan semua berjalan. Memastikan pemda yang dibantu TNI Polri BNPB dan lain-lain mampu menangani masa tanggap darurat sambil persiapan membuat rencana rekon rehab yang tidak mudah dan menyedot APBN," kata Andi Arief melalui akun Twitter @AndiArief__

Andi Arief mengatakan masa tanggap darurat itu masa upaya penyelamatan manusia dan pencarian korban. Pekerjaan terberat mencari korban dipuing-puing dan mengurus pengungsi atau orang sakit di tenda-tenda yang dibangun darurat dan di fasilitas kesehatan. "Harusnya pemda masih mampu. Soal pariwisata alasan memperkeruh," kata dia.

Menurut Andi Arief gempa di Lombok merupakan salah satu bencana dahsyat. Tapi, kata dia, tak kalah pentingnya adalah bencana sekundernya yaitu penanganan sosial paska gempa itu.

"Ada Pak JK, ada BNPB TNI dan Polri dan satuan lain yang berpengalaman. Bukan sekedar rumah yang dibangunkan, mental untuk bangkit itu perlu generator," katanya.

Setelah ditanya apakah Susilo Bambang Yudhoyono pernah berkantor di Aceh dan Padang sewaktu ditimpa bencana, Andi Arief mengatakan pernah.

"SBY pernah berkantor di Aceh dan Padang," kata Andi Arief.

Andi Arief sebelumnya juga pernah mengusulkan kepada Jokowi untuk berkantor sementara waktu di Lombok sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana gempa bumi yang melanda.

"Usulan kongkret saya Presiden Jokowi berkantor di NTB sementara untuk menunjukkan kepedulian pemerintah pusat di musibah gempa Lombok," kata Andi Arief.

Menurut Andi Arief seharusnya perpindahan kantor sementara itu bisa dilakukan.

"Maaf, untuk perkawinan putranya saja Jokowi bisa berpindah kantor sementara di Solo, masak untuk bencana besar Lombok tidak dilakukan," kata Andi Arief.

Andi Arief juga menyoroti sikap pemerintah pusat yang hingga kini belum menetapkan status bencana nasional di Nusa Tenggara Barat.

"Setelah bencana tsunami Aceh, memang belum ada penetapan status bencana nasional. Namun pertimbangan utamanya adalah karena Presiden dan menteri terkait serta BNPB menyatakan pemda setempat masih mampu mengatasi sampai rekon rehab," kata dia.

Menurut dia kalau alasan belum ditetapkan status bencana nasional karena faktor ekonomi itu sama artinya menggunakan logika terbalik.

"Kalau alasannya pariwisata, maka logika terbalik. Justru simpati dunia internasional akan besar jika dinyatakan bencana nasional. Bukankah orang akan lebih peduli jika tenpar favoritnya mendapat musibah?" kata Andi Arief. []

    0 Response to " "

    Posting Komentar

    Iklan Tengah Artikel 1