Loading...
Loading...
Ustadz Abdul Somad telah menyatakan akan fokus terhadap pendidikan dan dakwah, menyusul namanya masuk dalam rekomendasi Ijtima Ulama sebagai cawapres Prabowo Subianto. Sikap itu mendapat pujian dari berbagai pihak, salah satunya Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah.
Menurut Fahri, UAS sapaan akrab Ustadz Somad telah terbebas dari jebakan pilihan politik yang dapat membuatnya salah jalan. Fahri menilai UAS telah berbicara apa adanya.
Pernyataan itu diungkapkan Fahri dalam akun Twitternya. Berikut cuitan lengkap Fahri yang dikutip AKURAT.CO, Minggu (29/7).
Aku Bersyukur ust. Abdul Somad telah terbebas dari jebakan pilihan politik yang dapat membuatnya salah jalan. Tetaplah menjadi lentera ya Ustadz, karena tak banyak yg bisa berbicara apa adanya. Juru bicara kejujuran dan ketulusan semakin langka oleh kepalsuan topeng2 dunia
Demikianlah, Ummat kita dan ulama kita sering salah. Menempatkan orang bukan pada tempatnya. Padahal Setiap zaman ada orang-nya dan setiap posisi ada orang-nya. Kita memerlukan juru bicara kejujuran yang apa adanya seperti UAS. Beliau lentera bangsa Indonesia.
Aku tahu ada soal lain yang nanti juga akan terungkap. Tetapi, sikap UAS telah membuat saya setidaknya lega. Bahwa kesahajaan kata-kata dan sikap yang lurus telah hadir dan akan terus ada. Semoga Allah SWT memelihara beliau dalam istiqamah membimbing kita semua. Aamin.
Sebelumnya, Forum Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional merekomendasikan nama Ustadz Abdul Somad dan Al Habib Salim Segaf Al-Jufri menjadi pendamping Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bagi Partai Koalisi Keumatan dalam Pilpres 2019.
Menyikapi itu, UAS sapaan akrab Usdadz Somad mengucapkan ‘selamat’. Namun bukan membanggakan dirinya yang direkomendasikan, jusrtu ia mempromosikan Al Habib Salim Segaf Al-Jufri yang dinilai pasangan seimbang.
“Prabowo-Habib Salim pasangan tawazun (seimbang) antara ketegasan tentara dan kelembutan Ulama, Jawa non-Jawa, nasionalis-religius, plus barokah darah Nabi dalam diri Habib Salim,” tulisnya, Minggu (29/7).
Tak hanya itu, Uas pun menulis ungkapan kata yang kesimpulannya ingin tetap fokus di dunia pendidikan dan dakwah.
Berikut ungkapan lengkap UAS.
Selamat! Ternyata kerumunan sudah berubah menjadi barisan kekuatan.
Prabowo-Habib Salim pasangan tawazun (seimbang) antara ketegasan tentara dan kelembutan Ulama, Jawa non-Jawa, nasionalis-religius, plus barokah darah Nabi dalam diri Habib Salim.
Biarlah saya jadi suluh di tengah kelam, setetes embun di tengah sahara. Tak sungkan berbisik ke Habib Salim, tak segan bersalam ke Jenderal Prabowo.
Setelah Sayyidina Umar bin Khattab wafat, sebagian Sahabat ingin membaiat Abdullah -anak Sayyidina Umar- sebagai pengganti. Beliau menolak lembut, karena bidang pengabdian ada banyak pintu.
Fokus di pendidikan dan dakwah.
Al-Faqiir Ilaa Rabbih, Abdul Somad.[]
Menurut Fahri, UAS sapaan akrab Ustadz Somad telah terbebas dari jebakan pilihan politik yang dapat membuatnya salah jalan. Fahri menilai UAS telah berbicara apa adanya.
Pernyataan itu diungkapkan Fahri dalam akun Twitternya. Berikut cuitan lengkap Fahri yang dikutip AKURAT.CO, Minggu (29/7).
Aku Bersyukur ust. Abdul Somad telah terbebas dari jebakan pilihan politik yang dapat membuatnya salah jalan. Tetaplah menjadi lentera ya Ustadz, karena tak banyak yg bisa berbicara apa adanya. Juru bicara kejujuran dan ketulusan semakin langka oleh kepalsuan topeng2 dunia
Demikianlah, Ummat kita dan ulama kita sering salah. Menempatkan orang bukan pada tempatnya. Padahal Setiap zaman ada orang-nya dan setiap posisi ada orang-nya. Kita memerlukan juru bicara kejujuran yang apa adanya seperti UAS. Beliau lentera bangsa Indonesia.
Aku tahu ada soal lain yang nanti juga akan terungkap. Tetapi, sikap UAS telah membuat saya setidaknya lega. Bahwa kesahajaan kata-kata dan sikap yang lurus telah hadir dan akan terus ada. Semoga Allah SWT memelihara beliau dalam istiqamah membimbing kita semua. Aamin.
Sebelumnya, Forum Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional merekomendasikan nama Ustadz Abdul Somad dan Al Habib Salim Segaf Al-Jufri menjadi pendamping Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bagi Partai Koalisi Keumatan dalam Pilpres 2019.
Menyikapi itu, UAS sapaan akrab Usdadz Somad mengucapkan ‘selamat’. Namun bukan membanggakan dirinya yang direkomendasikan, jusrtu ia mempromosikan Al Habib Salim Segaf Al-Jufri yang dinilai pasangan seimbang.
“Prabowo-Habib Salim pasangan tawazun (seimbang) antara ketegasan tentara dan kelembutan Ulama, Jawa non-Jawa, nasionalis-religius, plus barokah darah Nabi dalam diri Habib Salim,” tulisnya, Minggu (29/7).
Tak hanya itu, Uas pun menulis ungkapan kata yang kesimpulannya ingin tetap fokus di dunia pendidikan dan dakwah.
Berikut ungkapan lengkap UAS.
Selamat! Ternyata kerumunan sudah berubah menjadi barisan kekuatan.
Prabowo-Habib Salim pasangan tawazun (seimbang) antara ketegasan tentara dan kelembutan Ulama, Jawa non-Jawa, nasionalis-religius, plus barokah darah Nabi dalam diri Habib Salim.
Biarlah saya jadi suluh di tengah kelam, setetes embun di tengah sahara. Tak sungkan berbisik ke Habib Salim, tak segan bersalam ke Jenderal Prabowo.
Setelah Sayyidina Umar bin Khattab wafat, sebagian Sahabat ingin membaiat Abdullah -anak Sayyidina Umar- sebagai pengganti. Beliau menolak lembut, karena bidang pengabdian ada banyak pintu.
Fokus di pendidikan dan dakwah.
Al-Faqiir Ilaa Rabbih, Abdul Somad.[]
0 Response to " "
Posting Komentar