Loading...
Loading...
Politisi PKS Mahfudz Siddiqmengaku bingung dengan petinggi partainya, seperti Presiden PKS Sohibul Iman dan Ketua DPP PKSMardani Ali Serayang menggaungkan nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai kandidat kuat capres 2019.
Sedangkan menurut Siddiq, nama Anies sejak awal tidak masuk dalam daftar sembilan nama yang direkomendasikan sebagai Capres-cawapres oleh PKS.
Adapun kesembilan nama yang dimaksud, yakni Ahmad Heryawan, Hidayat Nur Wahid, Anis Matta, Irwan Prayitno, Mohamad Sohibul Iman, Salim Segaf Al'Jufrie, Tifatul Sembiring, Mardani Ali Sera, dan Aluzzammil Yusuf.
"Jangan terburu-buru menyebut nama, apalagi nama di luar 9 nama capresnya sendiri kan, saya juga bingung kok tiba-tiba Presiden PKS menyebut nama Anies Baswedan, kemudian Mardani Ali Serakencang sekali menyebut Anies Baswedan," kata Siddiq di Jakarta, Senin (9/7/2018).
Kalaupun nama Anies dijadikan opsi alternatif di luar sembilan nama tersebut, lanjut Siddiq, petinggi PKSharus mempertimbangkan dua hal berikut.
"Satu, masa jabatannya sebagai gubernur. Apakah mau kita biarkan dia lompat masuk pilpres tidak menuntaskan masa jabatannya, tugasnya? Padahal jabatan gubernur ini gak sederhana proses politiknya," ujarnya.
"Yang kedua, beliau ini bukan orang partai politik. Pileg dan Pilpres yang dilakukan secara bersamaan, jangan sampai kita punya capres hilang, tapi partainya babak-belur di Pileg," sambung Siddiq.
Karenanya, anggota DPR itu mengingatkan petinggi PKS untuk konsisten dengan sembilan nama yang sudah direkomendasikan.
"Nah itu harus dipertimbangkan, itu sebabnya banyak partai sekarang kan ngotot untuk dapat kursi, kalau gak capres ya cawapres. Mestinya PKSkonsisten disitu. Jadi jangan lompat dengan pikiran calon-calon alternatif di luar parpolnya," tandasnya.
Sedangkan menurut Siddiq, nama Anies sejak awal tidak masuk dalam daftar sembilan nama yang direkomendasikan sebagai Capres-cawapres oleh PKS.
Adapun kesembilan nama yang dimaksud, yakni Ahmad Heryawan, Hidayat Nur Wahid, Anis Matta, Irwan Prayitno, Mohamad Sohibul Iman, Salim Segaf Al'Jufrie, Tifatul Sembiring, Mardani Ali Sera, dan Aluzzammil Yusuf.
"Jangan terburu-buru menyebut nama, apalagi nama di luar 9 nama capresnya sendiri kan, saya juga bingung kok tiba-tiba Presiden PKS menyebut nama Anies Baswedan, kemudian Mardani Ali Serakencang sekali menyebut Anies Baswedan," kata Siddiq di Jakarta, Senin (9/7/2018).
Kalaupun nama Anies dijadikan opsi alternatif di luar sembilan nama tersebut, lanjut Siddiq, petinggi PKSharus mempertimbangkan dua hal berikut.
"Satu, masa jabatannya sebagai gubernur. Apakah mau kita biarkan dia lompat masuk pilpres tidak menuntaskan masa jabatannya, tugasnya? Padahal jabatan gubernur ini gak sederhana proses politiknya," ujarnya.
"Yang kedua, beliau ini bukan orang partai politik. Pileg dan Pilpres yang dilakukan secara bersamaan, jangan sampai kita punya capres hilang, tapi partainya babak-belur di Pileg," sambung Siddiq.
Karenanya, anggota DPR itu mengingatkan petinggi PKS untuk konsisten dengan sembilan nama yang sudah direkomendasikan.
"Nah itu harus dipertimbangkan, itu sebabnya banyak partai sekarang kan ngotot untuk dapat kursi, kalau gak capres ya cawapres. Mestinya PKSkonsisten disitu. Jadi jangan lompat dengan pikiran calon-calon alternatif di luar parpolnya," tandasnya.
0 Response to " "
Posting Komentar