Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Politisi Partai Demokrat Andi Arief menyinggung tentang regenerasi dalam partai politik.

Dilansir TribunWow.com, hal tersebut ia sampaikan melalui akun Twitter @AndiArief_ yang diunggah pada Selasa (31/7/2018).

Andi Arief mengatakan jika bukan hanya Demokrat yang menjadi khianat terhadap rakyat, apabila mengabaikan sosok Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Tetapi juga beberapa partai lainnya, seperti PKS, PKB, dan PPP yang terlebih dahulu membuka pintu untuk AHY di Pilkada DKI 2017 lalu.

Andi Arief kemudian melontarkan sindiran kepada PDIP yang ia anggap gagal dalam melakukan regenerasi, sehingga akhirnya memilih untuk mengusung Joko Widodo (Jokowi).

"AHY 40 tahun. lulusan terbaik SD aampai Akmil.

Punya pengalaman memimpin di Tentara bahkan ikut menjaga ketertiban dunia di Lebanon.

Menjadi kader demokrat dg elektabilitas tertinggi di Wapres.

Kalau SBY tidak berjuang untuk AHY sama juga khianati kehendak rakyat.

Kalau PDIP tak memperjuangkan Jokowi jasi Capres, kalau Gerindra tak perjuangkan Prabowo jadi Capres, kalau Demokrat tak memperjuangkan AHY jadi Cawapres, maka ketiga partai ini mengkhianati apa yg sudah diinginkan rakyat yang direkam survey.

Bukan hanya Demokrat yang akan dianggap mengkhianati rakyat kalau mengabaikan AHY yg kini melesat elektabilitasnya,

tapi juga PAN, PKB dan PPP yang sudah membuka pintu maauk AHY ke politik sipil pilkada DKI 2017.

Mari mencoba menerima kenyataan, apalagi kita sangat percaya bahwa sejarah akan menunjuk orang yang tepat.

PDIP gagal lakukan regenerasi sehingga memilih outsource pengusaha Solo yang bernama Jokowi.

Karena kegagalannya itu lalu menuduh regenerasi di partai demokrat sebagai sesuatu yang salah dan dianggap tidak lazim.

Pak Prabowo dan gerindra menurut saya juga sudah menata regenerasi.

Memang bukan ke anak Prabowo karena anaknya tidak minat politik.

Tapi ke kader seperti Sandi Uno, fadli zon, habiburohman dll.

Di beberapa partai seperti Golkar, PKS, PKB da PPP karakter pergantian kepemimpinannya agak berbeda karena pertarungan banyak faksi.

Perebutan kekuasaan internal bisa melahirkan regenerasi bisa juga sebaliknya.

Ada yang bilang contohlah Jokowi yang tidak menyiapkan anaknya menjadi Presiden.

Pertama, anaknya memang lebih minat bisnis ketimbang politik.

Kedua, belum tentu pada saatnya nanti mereka tidak berpolitik.

Aquino jr dan Arroyo juga awalnya tidak minat," tulis Andi Arief.

0 Response to " "

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1