Loading...
Loading...
Pernyataan sebagian elite Partai Demokrat yang akan memberi sanksi pada Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi mendapat respons dari kader Demokrat di Nusa Tenggara Barat, M. Nashib Ikroman.
"Sebagai kader Demokrat asal NTB, terus terang saya kecewa dengan sikap para elite di DPP Partai Demokrat yang tendensius dan menganaktirikan hadirnya TGB di pentas nasional," kata Nashib Ikroman di Mataram.
Ia mencontohkan salah satu petinggi Partai Demokrat Syarif Hasan yang mewacanakan sanksi atas sikap Muhammad Zainul Majdi. Sikap itu dinilai tidak simpatik dan mengecewakan kader partai. Padahal Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono belum memutuskan apapun atas sikap Muhammad Zainul Majdi.
"Tidak hanya di NTB, tapi juga di daerah lain (banyak kader kecewa), hanya mereka tidak berani bertentangan dengan para elite," ujarnya.
Menurut Nashib Ikroman seharusnya elite Partai Demokrat memberikan kesempatan dan perlakuan yang sama pada semua kader.
"Partai Demokrat sebagai parpol yang memiliki ideologi nasionalis religius, justru menganaktirikan TGB yang jelas-jelas profilnya sangat pas dengan Partai Demokrat, sebagai figur yang nasionalis dan religius," kata dia.
Menurut dia yang disampaikan Muhammad Zainul Majdi tentang partai tengah menunjukkan sikap relevan yang seharusnya menjadi sikap Demokrat.
Nashib Ikroman mengatakan sebelum pilkada berlangsung, Muhammad Zainul Mamdi selalu menyuarakan partai yang menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok atau golongan. Muhammad Zainul Majdi selalu menyerukan sikap untuk fastabiqul khoirot dalam politik, tidak memecah belah bangsa hanya untuk kepentingan politik.
"Apa yang disampaikan TGB pas dengan visi Partai Demokrat," katanya.
Namun disayangkan, justru elite DPP Partai Demokrat mau menjatuhkan sanksi kepada Muhammad Zainul Majdi yang sudah membesarkan Demokrat di NTB.
"Jadi saya rasa sangat wajar, bila saya sebagai kader Demokrat kecewa dan bersuara seperti ini," ujar Nashib Ikroman.
Dia berharap elite lebih bijak dan mengimplementasikan prinsip-prinsip demokrasi dalam mengemudikan arah partai. "Kami yakin, Ketua Umum Partai Demokrat yaitu Bapak SBY melaksanakan prinsip-prinsip demokrasi itu," katanya. []
"Sebagai kader Demokrat asal NTB, terus terang saya kecewa dengan sikap para elite di DPP Partai Demokrat yang tendensius dan menganaktirikan hadirnya TGB di pentas nasional," kata Nashib Ikroman di Mataram.
Ia mencontohkan salah satu petinggi Partai Demokrat Syarif Hasan yang mewacanakan sanksi atas sikap Muhammad Zainul Majdi. Sikap itu dinilai tidak simpatik dan mengecewakan kader partai. Padahal Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono belum memutuskan apapun atas sikap Muhammad Zainul Majdi.
"Tidak hanya di NTB, tapi juga di daerah lain (banyak kader kecewa), hanya mereka tidak berani bertentangan dengan para elite," ujarnya.
Menurut Nashib Ikroman seharusnya elite Partai Demokrat memberikan kesempatan dan perlakuan yang sama pada semua kader.
"Partai Demokrat sebagai parpol yang memiliki ideologi nasionalis religius, justru menganaktirikan TGB yang jelas-jelas profilnya sangat pas dengan Partai Demokrat, sebagai figur yang nasionalis dan religius," kata dia.
Menurut dia yang disampaikan Muhammad Zainul Majdi tentang partai tengah menunjukkan sikap relevan yang seharusnya menjadi sikap Demokrat.
Nashib Ikroman mengatakan sebelum pilkada berlangsung, Muhammad Zainul Mamdi selalu menyuarakan partai yang menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok atau golongan. Muhammad Zainul Majdi selalu menyerukan sikap untuk fastabiqul khoirot dalam politik, tidak memecah belah bangsa hanya untuk kepentingan politik.
"Apa yang disampaikan TGB pas dengan visi Partai Demokrat," katanya.
Namun disayangkan, justru elite DPP Partai Demokrat mau menjatuhkan sanksi kepada Muhammad Zainul Majdi yang sudah membesarkan Demokrat di NTB.
"Jadi saya rasa sangat wajar, bila saya sebagai kader Demokrat kecewa dan bersuara seperti ini," ujar Nashib Ikroman.
Dia berharap elite lebih bijak dan mengimplementasikan prinsip-prinsip demokrasi dalam mengemudikan arah partai. "Kami yakin, Ketua Umum Partai Demokrat yaitu Bapak SBY melaksanakan prinsip-prinsip demokrasi itu," katanya. []
0 Response to " "
Posting Komentar