Loading...
Loading...
Penulis yang juga penggiat media sosial Denny Siregar, kembali berkicau di akun twitternya terkait banyak pihak yang tidak setuju pemerintah membeli 51% saham PT Freeport .
Denny pun menduga kalau saham mayoritas dikuasai oleh pemerintah, maka pemerintah akan punya control yang penuh terhadap Freeport, sehingga jelas jatah-jatah untuk preman yang sudah berpuluh-puluh tahun menguasai akan terhenti.
“Kenapa byk pihak yang tidak setuju pemerintah beli 51 % saham Freeport ? Karena dengan penguasaan saham mayoritas, maka pemerintah jelas akan punya kontrol penuh di Freeport. Dan ini berarti, jatah preman yg sekian puluh tahun dinikmati oleh "si itu-itu" lagi, akan berhenti," tulis Denny Sabtu (14/7/2018) dalam akun resmi twitternya @Dennysiregar7
Cuitan Denny pun direspon berbagai komentar oleh para netizen (warganet). Berikut komentar warganet seperti yang terpantau NNC, Minggu (15/7/2018)
@h19714: ya klodana buat beli sahamnya bukan hasil dari ngutang ,kita dukung aja....tapi ini yg modalin kan bank asing yg bunganya aja udah tinggi ,TRUS KITA CUMA KEBAGIAN PENCITRAAN,,weleh2
@AntoniusD6: Betul jatah" preman orang" hebat punahlah sudah.
@RazkaFaiz: Cukup sudah berpuluh puluh tahun Freeport jadi jarahan, Yang semestinya untuk kemak muran rakyat Indonesia.
@dkarhita: krn mereka ketika berkuasa tak mampu sebab sdh berhutang budi pada amrik... atau mereka budak2nya amrik... shg mereka tak yakin itu pake ukuran dirinya... itulah org2 busuk dan licik!
@ariekazep: Klo gw nih yg faqir ilmu ekonomi, katanya 2021 selesai izin kerja Freeport. Knp kita ga sabar aja? Kita yg punya lahan masa kita yg musti byr?
@Hadit2021: Mereka antek asing yg bekerja untuk merusak indonesia... makanya ga suka liat indonesia maju...
@PANDHITADHYASA1: ... betul kang @Dennysiregar7 , biasanya mrk lebih senang 'terima [bonus tambahan] 10%' di balik kontrak resmi tp langsung masuk kantong mereka sendiri drpd masuk NKRI yg bisa dinikmati rakyat dlm wujud pembangunan yg merata ke seluruh pelosok NKRI ,,,
@Pakbei7: Ada yg ingin Indonesia tidak mandiri, mereka masih berteriak berdikari berdikari tapi mata dan hatinya tidak melihat dan merasakan apa yg mereka teriakkan ... sepertinya mereka bukan bangsa dan rakyat Indonesia.
Denny pun menduga kalau saham mayoritas dikuasai oleh pemerintah, maka pemerintah akan punya control yang penuh terhadap Freeport, sehingga jelas jatah-jatah untuk preman yang sudah berpuluh-puluh tahun menguasai akan terhenti.
“Kenapa byk pihak yang tidak setuju pemerintah beli 51 % saham Freeport ? Karena dengan penguasaan saham mayoritas, maka pemerintah jelas akan punya kontrol penuh di Freeport. Dan ini berarti, jatah preman yg sekian puluh tahun dinikmati oleh "si itu-itu" lagi, akan berhenti," tulis Denny Sabtu (14/7/2018) dalam akun resmi twitternya @Dennysiregar7
Cuitan Denny pun direspon berbagai komentar oleh para netizen (warganet). Berikut komentar warganet seperti yang terpantau NNC, Minggu (15/7/2018)
@h19714: ya klodana buat beli sahamnya bukan hasil dari ngutang ,kita dukung aja....tapi ini yg modalin kan bank asing yg bunganya aja udah tinggi ,TRUS KITA CUMA KEBAGIAN PENCITRAAN,,weleh2
@AntoniusD6: Betul jatah" preman orang" hebat punahlah sudah.
@RazkaFaiz: Cukup sudah berpuluh puluh tahun Freeport jadi jarahan, Yang semestinya untuk kemak muran rakyat Indonesia.
@dkarhita: krn mereka ketika berkuasa tak mampu sebab sdh berhutang budi pada amrik... atau mereka budak2nya amrik... shg mereka tak yakin itu pake ukuran dirinya... itulah org2 busuk dan licik!
@ariekazep: Klo gw nih yg faqir ilmu ekonomi, katanya 2021 selesai izin kerja Freeport. Knp kita ga sabar aja? Kita yg punya lahan masa kita yg musti byr?
@Hadit2021: Mereka antek asing yg bekerja untuk merusak indonesia... makanya ga suka liat indonesia maju...
@PANDHITADHYASA1: ... betul kang @Dennysiregar7 , biasanya mrk lebih senang 'terima [bonus tambahan] 10%' di balik kontrak resmi tp langsung masuk kantong mereka sendiri drpd masuk NKRI yg bisa dinikmati rakyat dlm wujud pembangunan yg merata ke seluruh pelosok NKRI ,,,
@Pakbei7: Ada yg ingin Indonesia tidak mandiri, mereka masih berteriak berdikari berdikari tapi mata dan hatinya tidak melihat dan merasakan apa yg mereka teriakkan ... sepertinya mereka bukan bangsa dan rakyat Indonesia.
0 Response to " "
Posting Komentar