Loading...
Loading...
Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli, mengklaim sudah bertemu Kepala Kantor Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) TNI Moeldoko membahas perhelatan Pilpres 2019. Dalam pertemuannya dengan mantan Panglima TNI itu, Rizal mengungkapkan keinginan menjadi calon wakil presiden Joko Widodo.
"Saya belum ketemu Pak Jokowi, tapi saya sudah ketemu Pak Moeldoko di Bina Graha sekitar sebulan lalu. Saya sampaikan, 'Mas, saya mau maju jadi presiden nih, ya mungkin salah satu cawapresnya Pak Jokowi enggak apa-apa. Yang penting, apa pun yang terjadi kita tetap teman, gitu lho," ujar Rizal usai menjadi saksi sidang BLBI di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (5/7).
Meski tidak memiliki partai politik, Rizal tetap berani mendeklarasikan diri sebagai calon presiden 2019 pada Maret lalu. Sembari berkelakar, Rizal mengaku akan berbesar hati jika nantinya Moeldoko atau Jokowi yang memenangi Pilpres.
"Kalau Mas (Moeldoko) yang menang, saya selamat. Kalau kita (Rizal) yang menang karena keajaiban Tuhan kasih jalan, ya Mas Moeldoko, Pak Jokowi juga teman saya," ungkapnya.
Mantan menteri keuangan di era Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid itu sebelumnya juga telah menemui Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Balai Kota April silam.
Selain membahas persoalan politik, Rizal juga menargetkan menangkap 100 orang paling 'brengsek' di Indonesia, jika benar-benar terpilih sebagai orang nomor satu di Indonesia.
Bahkan, Rizal juga mengklaim, ia kini berada di tiga teratas calon presiden yang paling disenangi rakyat. Dua calon lainnya, kata Rizal, adalah Jokowi dan Prabowo Subianto.
"Ya, kalau banyak rakyat sih maunya kita (Rizal), ya kan. Kita (Rizal) sekarang, sudah top three. Pak jokowi, Pak Prabowo, sama kita (Rizal). Insyaallah pada waktunya, kunfayakun ada jalan," imbuhnya.
Disinggung soal masuk radar calon wakil presiden Prabowo, Rizal tak berkomentar banyak. Namun, dia kembali mengklaim, telah berkomunikasi dengan Ketua Umum Partai Gerindra itu, membahas persoalan capres.
"Tiga kali Prabowo bilang 'kalau enggak saya presiden, Pak Ramli jadi presiden', silakan interpretasi sendiri," tuturnya tanpa merinci.
"Saya belum ketemu Pak Jokowi, tapi saya sudah ketemu Pak Moeldoko di Bina Graha sekitar sebulan lalu. Saya sampaikan, 'Mas, saya mau maju jadi presiden nih, ya mungkin salah satu cawapresnya Pak Jokowi enggak apa-apa. Yang penting, apa pun yang terjadi kita tetap teman, gitu lho," ujar Rizal usai menjadi saksi sidang BLBI di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (5/7).
Meski tidak memiliki partai politik, Rizal tetap berani mendeklarasikan diri sebagai calon presiden 2019 pada Maret lalu. Sembari berkelakar, Rizal mengaku akan berbesar hati jika nantinya Moeldoko atau Jokowi yang memenangi Pilpres.
"Kalau Mas (Moeldoko) yang menang, saya selamat. Kalau kita (Rizal) yang menang karena keajaiban Tuhan kasih jalan, ya Mas Moeldoko, Pak Jokowi juga teman saya," ungkapnya.
Mantan menteri keuangan di era Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid itu sebelumnya juga telah menemui Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Balai Kota April silam.
Selain membahas persoalan politik, Rizal juga menargetkan menangkap 100 orang paling 'brengsek' di Indonesia, jika benar-benar terpilih sebagai orang nomor satu di Indonesia.
Bahkan, Rizal juga mengklaim, ia kini berada di tiga teratas calon presiden yang paling disenangi rakyat. Dua calon lainnya, kata Rizal, adalah Jokowi dan Prabowo Subianto.
"Ya, kalau banyak rakyat sih maunya kita (Rizal), ya kan. Kita (Rizal) sekarang, sudah top three. Pak jokowi, Pak Prabowo, sama kita (Rizal). Insyaallah pada waktunya, kunfayakun ada jalan," imbuhnya.
Disinggung soal masuk radar calon wakil presiden Prabowo, Rizal tak berkomentar banyak. Namun, dia kembali mengklaim, telah berkomunikasi dengan Ketua Umum Partai Gerindra itu, membahas persoalan capres.
"Tiga kali Prabowo bilang 'kalau enggak saya presiden, Pak Ramli jadi presiden', silakan interpretasi sendiri," tuturnya tanpa merinci.
0 Response to " "
Posting Komentar