Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Kritikan pedas kepada pemerintah menjelang tahun Politik mendapat tanggapan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Masyarakat yang kerap menyaksikan fenomena tersebut juga diminta untuk mampu membedakan antara kritikan dan celaan.

“Kita ini sering tidak bisa membedakan. Pak, ini kritik. Mana kritik? Tidak bisa membedakan kritik dan mencemooh. Kritik dengan mencela, tidak ada bedanya,” kata Jokowi disela peresmian asrama putri SMA MTA dan groundbreaking Pondok Pesantren Majelis Tafsir Al Qur'an di Desa Pojok, Mojogedang, Karanganyar, Minggu (15/7/2018).

Menurut Jokowi, harusnya kritikan yang dilontarkan haruslah bersifat membangun. Selain itu, cara penyampaian kritikan juga harus sesuai dengan etika luhur Bangsa Indonesia.

“Kritik itu yang benar, memberikan masukan yang konstruktif disertai dengan data kongkret dan solusiya. Kalau seperti itu, sampaikan, tidak masalah,” katanya.

“Tetapi, jika mencemooh, menjelekkan, hujat, fitnah itu yang banyak sekarang ini. apalagi di media sosial. Entah siapa itu yang buat,” kata Jokowi.

Jokowi mengajak kepada seluruh masyarkat untuk membangun bangsa dan negara. Dengan bersatu, pihaknya yakin mampu menghadapi tantangan besar yang telah ada di depan mata.

“Banyak sekali tantangan di depan mata kita. perang dagang, radikalisme, revolusi industri. Kita bersatu saja belum tentu memenangkan kompetisi ini kok, apalagi tidak bersatu,” ungkap Jokowi.

0 Response to " "

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1