Loading...
Loading...
KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) meminta kepada masyarakat jangan menyebut orang dengan gelar yang tidak pantas, termasuk memanggil 'kecebong' atau 'kampret'.
PAN sepakat dengan Aa Gym untuk menghentikan panggilan tersebut. Kandidat yang nantinya bersaing di Pilpres 2019 juga harus bisa mengingatkan para pendukung.
"Saya kira itu benar. Meskipun ada persaingan politik, sebaiknya tetap saling menghargai. Itu bisa dimulai dari cara menyapa dan memanggil lawan politik," kata Wasekjen PAN, Saleh Partaonan Daulay kepada wartawan, pada hari Minggu (8/7).
Kesantunan, menurut Saleh harus dijadikan kunci persatuan. Terlebih di suasana demokrasi seperti saat ini, masyarakat hendaknya disuguhi dengan sesuatu yang menyejukkan.
"Untuk itu, para kandidat yang akan bertarung di pilpres 2019 diminta untuk mengingatkan para pendukungnya agar menjaga kesantunan. Setidaknya, istilah-istilah yang sudah terlanjur tersebar seperti cebong dan kampret bisa dihentikan. Dan itu hanya bisa dilakukan jika kedua belah pihak sama-sama berhenti," ungkapnya.
PAN sepakat dengan Aa Gym untuk menghentikan panggilan tersebut. Kandidat yang nantinya bersaing di Pilpres 2019 juga harus bisa mengingatkan para pendukung.
"Saya kira itu benar. Meskipun ada persaingan politik, sebaiknya tetap saling menghargai. Itu bisa dimulai dari cara menyapa dan memanggil lawan politik," kata Wasekjen PAN, Saleh Partaonan Daulay kepada wartawan, pada hari Minggu (8/7).
Kesantunan, menurut Saleh harus dijadikan kunci persatuan. Terlebih di suasana demokrasi seperti saat ini, masyarakat hendaknya disuguhi dengan sesuatu yang menyejukkan.
"Untuk itu, para kandidat yang akan bertarung di pilpres 2019 diminta untuk mengingatkan para pendukungnya agar menjaga kesantunan. Setidaknya, istilah-istilah yang sudah terlanjur tersebar seperti cebong dan kampret bisa dihentikan. Dan itu hanya bisa dilakukan jika kedua belah pihak sama-sama berhenti," ungkapnya.
0 Response to " "
Posting Komentar