Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Ketua DPP bidang Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menilai, tanggapan PDI-Perjuangan cenderung menyesatkan terkait keputusan Demokrat Jawa Timur yang memilih Joko Widodo sebagai calon Presiden pada Pilpres 2019.

Selain itu, Ferdinand memandang tanggapan PDI-P berpotensi mengadu domba Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat Jatim dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Ketidaktahuan PDI-P dan ketidakpahamannya tentang langkah kebijakan politik Demokrat menjadikan PDI-P memberi tanggapan yang menyesatkan," ujar Ferdinand melalui pesan singkat, Senin (23/7/2018).

"Isinya (tanggapan PDI-P) cenderung tidak sesuai fakta dan mendegradasi nama AHY serta berpotensi mengadu domba DPD Jatim dengan AHY," tambah dia.

Ketua DPD PDI-P Jawa Timur, Kusnadi, sebelumnya mengaku terkejut dengan hasil Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Partai Demokrat Jatim, Sabtu (21/7/2018) lalu, di Surabaya.

Berdasarkan hasil Rakorda Partai Demokrat Jatim melalui pemungutan suara terbuka yang diikuti peserta Rakorda, Jokowi menjadi pilihan pertama sebagai calon Presiden yang dipilih.

Kusnadi tidak menyangka keputusan tersebut jika melihat putra Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, AHY, yang juga ingin maju dalam Pilpres 2019.

Ferdinand menjelaskan, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Demokrat memang memerintahkan seluruh DPD untuk melakukan Rakorda dan menyerap seluruh aspirasi kader terkait arah politik Demokrat 2019.

Pilihan yang diberikan hanya dua opsi, yaitu apakah akan mendukung Jokowi atau mendukung Prabowo sebagai calon presiden

Tidak ada opsi mendukung AHY dalam Rakorda tersebut, karena AHY diposisikan sebagai cawapres.

"Jadi bukan DPD Jatim lebih memilih Jokowi daripada AHY, jangan disesatkan. Pilihannya hanya dua, Jokowi atau Prabowo. Karena dua pilihan ini yang tersisa selain opsi poros baru yang memang makin kecil peluangnya," kata Ferdinand.

Ia meminta PDI-P tak perlu kaget dengan keputusan Partai Demokrat Jatim yang memilih Jokowi sebagai capres.

Sebab, di daerah lain seperti Jawa Barat, Partai Demokrat justru lebih mendukung Prabowo.

"DPP juga lebih ke Prabowo. Jadi ini kita kumpulkan suara kader. Semoga lain kali PDI-P tidak perlu kaget atas ketidaktahuannya," ucapnya.

DPD PDI Perjuangan Jawa Timur terkejut dengan keputusan Partai Demokrat Jatim memilih Joko Widodo sebagai calon Presiden RI pada Pemilihan Presiden 2019.

"Kami terus terang terkejut, tapi juga senang karena kinerja pemerintahan Presiden Jokowi diapresiasi positif oleh teman-teman partai lain, khususnya Demokrat Jatim," ujar Ketua DPD PDIP Jatim Kusnadi ketika dikonfirmasi di Surabaya, Minggu (22/7/2018), seperti dikutip Antara.

Berdasarkan hasil Rakorda Partai Demokrat Jatim, Sabtu (21/7/2018) di Surabaya, melalui pemungutan suara terbuka yang diikuti peserta Rakorda, Jokowi menjadi pilihan pertama sebagai calon Presiden yang dipilih.

Kusnadi tidak menyangka keputusan tersebut jika melihat putra Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang juga ingin maju dalam Pilpres 2019.

"Bagaimana tidak terkejut? Selama ini AHY safari di Jatim dan berkeliling dari daerah satu ke daerah lainnya. Tapi, hasil pemungutan suara internal menyatakan ke Jokowi sehingga PDIP sebagai partai Pak Jokowi sangat berterima kasih," ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris DPD Demokrat Jatim menyatakan, Rakorda merupakan bagian dari proses internal menghadapi Pemilihan Umum 2019.

Di sela Rakorda dilakukan pemungutan suara terbuka memilih dua calon, yakni Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

Hasilnya diketahui 152 suara untuk Jokowi, kemudian 56 suara untuk Prabowo dan enam suara dinyatakan tidak sah.

"Hasilnya akan segera dilaporkan ke DPP oleh Ketua DPD Demokrat Jatim Soekarwo. Dalam waktu dekat ini beliau akan ke Jakarta menemui Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)," kata anggota DPRD Jatim tersebut.

0 Response to " "

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1