Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Ketua Dewan Pengawas Lembaga Penelitian Pendidikan Penerapan Ekonomi dan Sosial Rustam Ibrahimmemprediksi jika koalisi Partai Demokrat dan Partai Gerindra terwujud, yang paling diuntungkan adalah Prabowo Subianto, terutama dalam menentukan calon wakil presiden.

"Kartu Demokrat lebih kuat dan lebih luwes dari kartu PKS. Apalagi ada kesepakatan tidak akan gunakan isu SARA. Pertanyaannya apakah PKS masih mau jadi pelengkap?" kata Rustam Ibrahim melalui akun Twitter @RustamIbrahim.

Jika Partai Demokrat ikut bergabung dengan Partai Gerindra, kata Rustam Ibrahim, posisi tawar PKS, khususnya dalam soal calon wakil presiden makin rendah.

Lebih jauh, Rustam Ibrahim menyoroti pernyataan Susilo Bambang Yudhoyono yang menyebut banyak hambatan untuk berkoalkisi dengan Joko Widodo.

"Dengan mengatakan banyak hambatan dia hadapi untuk menjalin koalisi dengan Jokowi, tampaknya SBY kembali ingin menempatkan Partai Demokrat sebagai "korban." Beliau seakan mengatakan Demokrat bergabung Gerindra karena salah pemerintahan Jokowi. Padahal belum tentu, siapa tahu mintanya banyak?" kata Rustam Ibrahim.

Rustam Ibrahim juga mengungkapkan analisanya mengenai hubungan dengan PKS.

"Kesan saya SBY enggan (reluctant) berkoalisi dengan PKS. Mungkin pengalaman berkoalisi selama 10 tahun lalu yang kurang menyenangkan. Atau melihat kekalahan AHY dalam Pilkada DKI karena faktor PKS?" katanya.

Menurut Rustam Ibrahim jika benar Susilo Bambang Yudhoyono dan Prabowo Subianto tidak akan menggunakan isu SARA dalam kampanye pemilu presiden presiden nanti, sebaiknya jangan masukkan politikus Fahri Hamzah sebagai tim sukses.

"Kalau boleh usul jangan bawa Fahri Hamzah @Fahrihamzah sebagai tim sukses," katanya.

Jika Partai Demokrat gabung koalisi Prabowo Subianto, menurut prediksi Rustam Ibrahim, Susilo Bambang Yudhoyonotidak akan setuju Anies Baswedan jadi cawapres Prabowo Subianto.

"Anies sangat potensial sebagai kompetitor AHY dalam pilpres 2024," katanya.

Menanggapi pernyataan Rustam Ibrahim yang menyinggung PKS, Irwan Adryanto yang memakai akun @irwanka mengatakan PKS tidak terikat kesepakatan.

"Maaf pak, @PKSejahtera tidak ikut dalam pertemuan tersebut sehingga tidak terikat kepada kesepakatan untuk tidak menjual agama saat berpolitik," katanya.

Tetapi menurut Rustam Ibrahim kesepakatan Susilo Bambang Yudhoyono dan Prabowo Subianto agar tidak menggunakan isu SARA, jika terlaksana merupakan kemajuan yang luar biasa dalam membangun demokrasi di Indonesia.

"Pertanyaan saya terutama untuk PKS, mungkinkah sama sekali tidak membawa-bawa agama dalam kampanye???" katanya. []

    0 Response to " "

    Posting Komentar

    Iklan Tengah Artikel 1