Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Kawasan Lapangan Banteng telah disulap menjadi salah satu Landmark kota Jakarta. Dengan segala aspek pendukungnya, monumen pembebasan Irian Barat ini menjadi bertaraf internasional.

Gubernur DKI Jakarta meresmikan taman Pembebasan Irian Barat ini, Rabu (25/7) kemarin.

Meski diresmikan Anies Baswedan, sebagian masyarakat menilai, perubahan kawasan seluar 5,2 hektare ini tidak lepas dari gagasan mantan Gubernur DKI Jakarta yang saat ini mendekam di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Alex salah seorang warga Jakarta mengatakan dirinya mengetahui perencanaan revitalisasi lapangan banteng dilakukan saat Ahok menjabat Gubernur DKI Jakarta.

"Saya masih ingat, pencetus revitalisasi kawasan ini (Lapangan Banteng) yakni Basuki-Djarot. Ahok memang paling berjasa, mudah-mudahan Gubernur sekarang bisa jaga dan merawat kota Jakarta, ya seperti taman Lapangan Bantengini," kata Alex saat diwawancarai AKURAT.CO.

Tak hanya lapangan banteng, Alex juga mengikuti isu-isu perihal waring di kali item dan bendera Negara Asian Games tiangnya dari bambu.

Menurutnya, kebijakan Anies Baswedan soal waring untuk kali item adalah solusi yang kurang cerdas serta bendera Asian Games yang tidak layak.

"Itu solusi kurang cerdas, kurang menunjukkan ketuntasan, juga bendera dari bambu itu tidak layak, harusnya segala sesuatunya disiapkan lebih bagus dan lebih layak," ucap Alex.

Alex juga menuturkan bahwa pada zaman Ahok, penataan kota Jakarta dinyatakan lebih rapih dan disiplin. Ahok juga lebih berani dan tegas dalam penataan kota Jakarta, biarpun ditentang, dia tetap melaksanakan tugasnya.

Untuk diketahui, pada 10 Agustus 2017, Djarot Saiful Hidayat yang saat itu menjabat Gubernur DKI Jakarta menggantikan Ahok mengatakan, revitalisasi Lapangan Banteng merupakan impian Ahok.

"Kita bikin kawasan Lapangan Banteng bertaraf Internasional," ujar Djarot menirukan ucapan Ahok.[]

    0 Response to " "

    Posting Komentar

    Iklan Tengah Artikel 1