Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut jajarannya sudah menangkap ratusan teroris melalui operasi besar-besaran yang berlangsung belakangan ini. Hal ini demi mengikis potensi serangan yang bisa terjadi kapan pun.

"Yang terkait dengan jaringan-jaringan ini, terutama yang terkait dengan jaringan Surabaya atau di mana pun di seluruh Indonesia, tangkap," kata Tito ditemui di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Senin (16/7/2018).

Tito melanjutkan, sampai hari ini ada 194 orang yang diciduk, termasuk peristiwa di Yogyakarta dan Indramayu. Sebanyak 17 di antaranya meninggal dunia.

"Kenapa saya sampaikan, karena kita berhadapan bukan dengan pelaku biasa, tapi pelaku yang siap mati. Maka jangan ambil risiko,'' sebut mantan Kapolda Metro Jaya ini.

Dia mengaku tak takut jika langkah agresifnya ini dikritik.

"Kalau mereka mengancam petugas, membahayakan masyarakaf, itu diatur dalam PBB. PBB menyatakan little force. Jadi ketika ada ancaman seketika kepada petugas atau masyarakat maka kita bisa melakukan tindakan," ucap Tito yang mengenakan seragam kepolisian lengkap ini.

Dalam melakukan aksinya, para pelaku teror tak jarang menggunakan sajam, senjata api, bahkan menggunakan bom.

"Masa cuma diimbau-imbau saja. Kita boleh menembak. Kami diberikan kewenangan untuk melakukan tindakan yang mematikan. Nah, saya bersikap tegas untuk masalah itu," paparnya.

"Untuk itu, kami akan terus kejar. Mereka sudah buka pintu, kami enggak akan berhenti masuk. Kecuali kalau mereka mulai dialog, kami akan pikirkan," tutupnya.

0 Response to " "

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1