Loading...
Loading...
Hasil survei Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menunjukkan elektabilitas Joko Widodo diatas Prabowo Subianto.
Gerindra mengaku tidak percaya dengan hasil survei tersebut. Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra, Andre Rosiade mengatakan, partainya memiliki survei internal yang terpercaya.
"Jadi kita ini punya survei internal yang menjadi patokan dalam mengambil keputusan," kata Andre kepada wartawan, Kamis (19/7).
Andre mengatakan, hasil survei internalnya menunjukkan elektabilitas Prabowo naik.
Menurutnya, hasil dari beberapa lembaga survei merupakan penggiringan opini.
"Ini hanyalah penggiringan opini. Jadi kami tetap optimistis Pak Prabowo akan menang karena kami punya survei internal yang memang Pak Prabowo trennya naik terus dan yakin akan mengalahkan Pak Jokowi," ujarnya.
Andre mengatakan, hasil survei internalnya terbukti pada Pilkada Serentak di Jawa Barat dan Jawa Tengah, serta Pilgub DKI 2017.
"Survei internal teruji di Pilkada Jakarta, Jabar, dan Jateng. Hasil survei sesuai dengan realitas. Berbeda sekali dengan survei yang sengaja diumbar untuk menggiring opini, misal seperti Pak Ahok (Basuki Tjahaja Purnama) dulu menang, lalu Pak Jokowi bakal menang. Padahal realitasnya beda," jelas Andre.
Peneliti senior Pusat Penelitian Politik (P2P) LIPI, Wawan Ichwanuddin mengatakan, hasil survei menunjukkan elektabilitas Jokowi lebih unggul dibanding Prabowo.
"Pilihan capres lewat pertanyaan terbuka/top of mind, Jokowi 46 persen, Prabowo Subianto 17 persen," kata Wawan Ichwanuddin di Hotel Century Park, Jakarta, Kamis (19/7).
Gerindra mengaku tidak percaya dengan hasil survei tersebut. Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra, Andre Rosiade mengatakan, partainya memiliki survei internal yang terpercaya.
"Jadi kita ini punya survei internal yang menjadi patokan dalam mengambil keputusan," kata Andre kepada wartawan, Kamis (19/7).
Andre mengatakan, hasil survei internalnya menunjukkan elektabilitas Prabowo naik.
Menurutnya, hasil dari beberapa lembaga survei merupakan penggiringan opini.
"Ini hanyalah penggiringan opini. Jadi kami tetap optimistis Pak Prabowo akan menang karena kami punya survei internal yang memang Pak Prabowo trennya naik terus dan yakin akan mengalahkan Pak Jokowi," ujarnya.
Andre mengatakan, hasil survei internalnya terbukti pada Pilkada Serentak di Jawa Barat dan Jawa Tengah, serta Pilgub DKI 2017.
"Survei internal teruji di Pilkada Jakarta, Jabar, dan Jateng. Hasil survei sesuai dengan realitas. Berbeda sekali dengan survei yang sengaja diumbar untuk menggiring opini, misal seperti Pak Ahok (Basuki Tjahaja Purnama) dulu menang, lalu Pak Jokowi bakal menang. Padahal realitasnya beda," jelas Andre.
Peneliti senior Pusat Penelitian Politik (P2P) LIPI, Wawan Ichwanuddin mengatakan, hasil survei menunjukkan elektabilitas Jokowi lebih unggul dibanding Prabowo.
"Pilihan capres lewat pertanyaan terbuka/top of mind, Jokowi 46 persen, Prabowo Subianto 17 persen," kata Wawan Ichwanuddin di Hotel Century Park, Jakarta, Kamis (19/7).
0 Response to " "
Posting Komentar