Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Ditandatanganinya Pokok-pokok Perjanjian (Head of Agreement/HoA) antara PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dan Freeport-McMoRan Inc. terkait peningkatan kepemilikan saham dari 9,36 persen menjadi 51 persen mendapat kritikan dari Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah.

Menurut Fahri, pemerintah hanya melakukan pencitraaan saja. Pasalnya, tidak menjelaskan dan membuka struktur pemenang saham Freeport.

“Jadi, jangan bikin pengumuman pencitraan begitu. Tapi, bikin pengumuman struktur sahamnya itu sekarang punya siapa. Siapa saja yang punya hak di situ, kemudian saham itu diagunkan ke siapa,” ujar Fahri di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (13/7).

Fahri mengatakan, Pemerintah seharusnya memberikan penjelasan dengan terbuka perihal struktur pemenang saham Freeport.

Menurutnya, jika uang tersebut berasal dari PT Inalum, PT Inalum sendiri 60 persen asetnya telah habis untuk konsorsium tambang yang baru tahun 2013 diambil alih.

“Lebih baik dijelaskan dulu secara transparan ini yang beli siapa? 53 triliun itu uangnya darimana dan kantong siapa? Karena yang jelas itu tidak dari APBN,” tuturnya.

“Uang itu kalau dari Inalum kan lebih dari 60 persen aset Inalum sendiri habis konsorsium tambang yang baru tahun 2013 diambil alih Pak SBY," pungkasnya.

0 Response to " "

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1