Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Aktivis Denny Siregar menyindir Gubernur Jakarta Anies Baswedan dengan membandingkan dengan zaman mantan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Katanya, zaman Ahok dulu orang tidak boleh sembarangan merokok di pusat perbelanjaan, beda dengan sekarang.

‏"Dulu jaman Ahok, merokok di cafe mall dilarang keras. Cafe mall jadi sepi. Sekarang kalau mampir di Citos, cafe-cafe sudah bebas merokok meski ada tanda larangan. Terimakasih @aniesbaswedan semoga bisa jadi Presiden supaya di dalam kereta nanti bisa kembali merokok lagi," kata Denny Siregar melalui akun Twitter @Dennysiregar7.

Sindiran Denny Siregar memantik beragam komentar dari netter. Ada yang menyerang Denny Siregar, ada pula yang setuju dengan pendapatnya.

Tjan Kurnianto yang memakai akun @KurniantoTjan mengatakan pasti petugas keamanan mal daerah Surabaya, Jawa Timur, akan menegur kalau mendapatkan laporan dari orang yang merasa terganggu dengan asap rokok.

"Kalau di mall-mall Surabaya misal TP, CW, GM kalau ketauan merokok langsung ditegur satpam, kalau kita tahu orang merokok kita lapor satpam langsung bergerak menegur dan kalau masih ngeyel satpam bisa ambil tindakan represif," kata dia.

Rais yang memakai akun @rais_banten mengatakan meskipun dirinya merokok, tetap setuju ada larangan merokok di mal.

"Jujur. Saya perokok, tapi kalau merokok di tempat-tempat seperti itu dibolehkan tanpa ada tindakan. Saya kurang setuju," kata dia.

Pemilik akun @Nakei_zahwa mengkritik kecerdasan Denny Siregar karena terkesan menyalahkan Anies Baswedankarena ada orang merokok di mal.

"Orang merokok yang lo salahin Pak @aniesbaswedan. Emang beliau merubah aturannya atau memang manusia yang tidak taat aturan. Kitab suci melarang meminum miras dan lani-lain, apa lo mau salahkan kitab sucinya atau manusianya..?? Naikkan 1 digit IQ mu kenapa susah amat sich..??" kata dia.

Pemilik akun @N0L1M1T5 membuat pernyataan untuk mementahkan pendapat Denny Siregar.

"Setahu saya dari jaman Ahok juga tetap boleh merokok di cafe yang ada di Citos, terutama yang duduk di teras cafe-kafe sepanjang koridor Citos lantai satu. Kalau di dalam cafe saya tidak tahu karena tiap ke Citos lebih senang duduk di teras cafe, pandangan bisa lebih luas, nyantai sambil hisap cerutu," katanya. []

0 Response to " "

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1