Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Aktifis Ratna Sarumpaetterlibat adu debat dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, di Posko SAR Terpadu tenggelamnya kapal motor (KM) Sinar Bangun, di Pelabuhan Tigaras, Simalungun, Sumatera Utara, Senin (2/7/2017).

Usai mengungkapkan kekecewaannya karena proses pencarian korban tenggelam KM Sinar Bangun akan dihentikan pada Selasa (3/7/2018), Ratna juga dipaksa keluar dari tenda tersebut karena keluarga korban yang berada di dalam tenda, tidak terima atas sikap Ratna yang tiba-tiba marah dan mengaku mewakili keluarga.

Namun, meski sudah berada di luar tenda, Ratna terus mengungkapkan kemarahannya dan menjelaskan bahwa ia mendapat permintaan dari banyak orang agar proses pencarian tidak dihentikan.

Ratna Sarumpaet mengaku mewakili keluarga korban dan mewakili orang Tapanuli.

“Saya juga mewakili warga Indonesia, aku juga mewakili warga dunia. Ini tentang kemanusiaan, ada 164 mayat di bawah disana, kita sudah ketemu titiknya. Tinggal mengangkat, kenapa diberhentikan, sayangkan? Itu saja poin saya,” katanya dengan ketus.

Sembari mendengarkan apa yang dikatakan lelaki berompi hitam, Ratna Sarumpaet yang mengenakan kerudung terus berjalan, dan berhenti ketika para awak media mewancarai dirinya.

“Saya mendapatkan pesan dari banyak orang untuk tidak dihentikan. Jadi bukan hanya mewakili mereka (keluarga korban), saya mewakili masyarakat kemanusiaan. Kalau saya reseh saya bisa ke PBB kok lapor. Nggak bisa kita begitu. Ini nanti Danau Toba kita bunuh yang akhirnya orang tidak ada lagi berwisata, ketakutan karena dianggap berhala, dianggap ada hantunya,” ujarnya ketus.

Ketika ditanyai tentang proses pencarian korban yang akan dihentikan, Ratna menjawab dengan ketus.

“Saya keberatan, ini masalah kemanusiaan, ada 164 mayat di bawah sana, sudah dapat dimonitor, jadi titiknya sudah tahu, jadi tidak alasan dihentikan. Saya bingung, saya terkejut mendengar mau dihentikan, makanya saya berada di sini,” jawabnya.

“Nggak ada alasan dihentikan, dievakuasi, pencarian kan sudah tidak perlu lagi, kan sudah ketemu titiknya, jadi tinggal diangkat. Kenapa sudah ketemu titiknya kenapa dihentikan? Itu buat saya aneh. Kalau ada problem misalnya peralatan, kita bisa kontak internasional, tentang kemanusiaan hubungan internasional, itu tidak bayar,” katanya.

0 Response to " "

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1