Loading...
Loading...
Sejumlah partai pendukung pemerintah membantah tudingan Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono, yang menyebut aparat seperti BIN,TNI dan Polri tak netral dalam menghadapi kontestasi pilkada.
Setelah PDIP, kali ini PPP turut memberikan sanggahan. Ketua DPP PPP Syaifullah Tamliha menjelaskan bahwa selama ini lembaga-lembaga tersebut tetap bersifat netral.
"Di rapat-rapat komisi itu, juga enggak ada mereka menyatakan memihak calon tertentu atau partai tertentu. Kan saya di komisi I," kata Tamliha kepada kumparan, Minggu (24/06).
Karena tudingan ketua umum Partai Demokrat yang tak sesuai dengan kenyataan, dia menilai bahwa hal tersebut memberikan kecurigaan tersendiri. Terlebih, kemungkinan tidak netralnya TNI, BIN dan Polri yang hanya ada di masa pemerintahan SBY, khususnya saat pilpres.
"Memang kita juga jadi curiga jangan-jangan 2004 dan 2009 dia juga menggunakan kekuatan itu untuk tidak netral," ujarnya.
"Biasa orang yang merasakan itu orang yang pernah melakukan," imbuhnya.
Untuk itu, dia menyarankan agar SBY sendiri perlu menganalisa isu-isu yang berkembang selama ini. Khusunya menjelang kontestasi pilkada digelar secara serentak.
"Pak SBY perlu menganilasa kembali hal-hal bersifat isu-isu berkembang saat ini," tandasnya.
Sebelumnya, tudingan SBY tersebut juga sudah dibantah oleh Polri dan BIN. Polri sendiri memastikan bahwa jika ada anggota lembaganya yang tak netral akan mendapat tindakan tegas. Sementara BIN mengaku bahwa selama ini bersikap netral sesuai dengan konstitusi.
"Perintah pimpinan BIN kepada anggotanya jelas, BIN harus netral, tidak ada perintah untuk berpihak kepada siapapun dalam Pilkada, Pileg dan Pilpres," tutur Direktur Komunikasi dan Informasi BIN, Wawan Hari Purwanto saat dihubungi kumparan, Sabtu (23/6).
Diketahui, tudingan SBY atas ketidaknetralan lembaga-lembaga tersebut karena berkaitan dengan kegelisahan yang bersangkutan bertepatan dengan tahun politik saat ini.
Ia meyakinkan bahwa apa yang ia sampaikan benar adanya. Bahkan, Ia juga mengaku,ada oknum-oknum dalam tiga institusi tersebut yang bersikap demikian.
"Yang saya sampaikan ini cerita dari oknum BIN, Polri, TNI itu nyata adanya, ada kejadiannya, bukan hoaks. Sekali lagi ini oknum," jelas dia.
Setelah PDIP, kali ini PPP turut memberikan sanggahan. Ketua DPP PPP Syaifullah Tamliha menjelaskan bahwa selama ini lembaga-lembaga tersebut tetap bersifat netral.

Hal itu berdasarkan hasil pengamatannya selama beberapa kali mengikuti rapat kerja atau rapat dengar pendapat bersama para petinggi lembaga tersebut.
"Di rapat-rapat komisi itu, juga enggak ada mereka menyatakan memihak calon tertentu atau partai tertentu. Kan saya di komisi I," kata Tamliha kepada kumparan, Minggu (24/06).
Karena tudingan ketua umum Partai Demokrat yang tak sesuai dengan kenyataan, dia menilai bahwa hal tersebut memberikan kecurigaan tersendiri. Terlebih, kemungkinan tidak netralnya TNI, BIN dan Polri yang hanya ada di masa pemerintahan SBY, khususnya saat pilpres.
"Memang kita juga jadi curiga jangan-jangan 2004 dan 2009 dia juga menggunakan kekuatan itu untuk tidak netral," ujarnya.
"Biasa orang yang merasakan itu orang yang pernah melakukan," imbuhnya.
Untuk itu, dia menyarankan agar SBY sendiri perlu menganalisa isu-isu yang berkembang selama ini. Khusunya menjelang kontestasi pilkada digelar secara serentak.
"Pak SBY perlu menganilasa kembali hal-hal bersifat isu-isu berkembang saat ini," tandasnya.
Sebelumnya, tudingan SBY tersebut juga sudah dibantah oleh Polri dan BIN. Polri sendiri memastikan bahwa jika ada anggota lembaganya yang tak netral akan mendapat tindakan tegas. Sementara BIN mengaku bahwa selama ini bersikap netral sesuai dengan konstitusi.
"Perintah pimpinan BIN kepada anggotanya jelas, BIN harus netral, tidak ada perintah untuk berpihak kepada siapapun dalam Pilkada, Pileg dan Pilpres," tutur Direktur Komunikasi dan Informasi BIN, Wawan Hari Purwanto saat dihubungi kumparan, Sabtu (23/6).
Diketahui, tudingan SBY atas ketidaknetralan lembaga-lembaga tersebut karena berkaitan dengan kegelisahan yang bersangkutan bertepatan dengan tahun politik saat ini.
Ia meyakinkan bahwa apa yang ia sampaikan benar adanya. Bahkan, Ia juga mengaku,ada oknum-oknum dalam tiga institusi tersebut yang bersikap demikian.
"Yang saya sampaikan ini cerita dari oknum BIN, Polri, TNI itu nyata adanya, ada kejadiannya, bukan hoaks. Sekali lagi ini oknum," jelas dia.
0 Response to " "
Posting Komentar