Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Pemerintah Provinsi Jawa Barat membantah kebenaran kabar yang disampaikan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) soal penggeledahan rumah dinas wakil gubernur yang dilakukan Penjabat (Pj) Gubernur Jabar Komjen Mochamad Iriawan. Yang benar adalah peninjauan, bahkan Iriawan tak masuk ke rumah dinas.

"Di jalan aja secara keseluruhan rumah. Jadi Pak Gubernur (Pj Gubernur Iriawan) tidak menggeledah," kata Kepala Bagian Rumah Tangga Biro Umum Setda Provinsi Jawa Barat, Dedi Apendi, dalam keterangan pers Pemprov Jawa Barat, Sabtu (23/6/2018).

Ceritanya, pada Kamis (21/6/2018) pagi, Depen (panggilan Dedi Apendi) menjelaskan kepada Iriawan perihal 11 titik aset Pemprov. Salah satu dari 11 titik aset itu adalah rumah dinas wakil gubernur di bilangan Dago Bandung. Kemudian selesai kerja saat malam hari, Depen menawarkan kepada Iriawan untuk sekalian meninjau aset-aset itu.

Awalnya Depen menawarkan Iriawan untuk meninjau rumah dinas Sekretaris Daerah Pemprov Jabar. Namun Iriawan menolak karena rumah dinas wagub lebih searah ketimbang rumah dinas sekda. Maka dipilihlah rumah dinas wagub sebagai objek peninjauan.

"Pas malam saya tawarkan mau mampir ke rumah dinas sekda, katanya nggak usah, rumah dinas mantan wagub searah," kata Depen.

Depen mengajak Iriawan untuk meninjau aset karena pertimbangan bahwa Pj Gubernur perlu tahu perkara seperti ini. Aset berupa rumah dinas wagub itu sudah diserahkan kembali ke Pemprov Jabar pada 14 Februari lalu.

"Sekali sambil jalan ngelihat saja. Di Dago juga cuma lihat sebentar saja. Jam 22.00 WIB malam ninjaunya," kata dia.

Sebelumnya, SBY menyebut ada penggeledahan rumah dinas mantan Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat itu. Penggeledahan itu disebutnya dilakukan Pj Gubernur.

"Di Jawa Barat, yang baru saja saya dengar, apa harus rumah dinas mantan wakil gubernur apakah harus digeledah oleh pimpinan penjabat gubernur," kata SBY di Hotel Santika, Bogor, Jawa Barat, tadi.

SBY mengimbau aparat netral menjelang berlangsungnya pilkada serentak. Masyarakat juga diminta aktif bila menemukan adanya keberpihakan aparat kepada pasangan calon.

Sebagaimana diketahui, pelantikan Iriawan menjadi Pj Gubernur Jawa Barat disorot karena dia berasal dari kepolisian dan masih aktif berpangkat Komisaris Jenderal. Adapun Deddy Mizwar adalah mantan Wagub Jabar yang kini maju di Pilgub Jabar 2018, dia berpasangan dengan Dedi Mulyadi, diusung Partai Demokrat.

0 Response to " "

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1