Loading...
Loading...
Pasca mengkritik pemerintah terkait proyek-proyek BUMN yang hanya untuk kampanye politik, Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya-Gerindra, Prabowo Subiantomendapat peringatan dari Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Masinton Pasaribu.
Menurut mantan aktivis prodem yang juga Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan tersebut, dia meminta Ketua Umum Partai Gerindra itu tidak membuat kegaduhan atas pernyataannya menjelang Pilpres 2019.
Masinton mempertanyakan ucapan Prabowo soal banyaknya elite politik pemerintah yang menggunakan dana dari proyek-proyek BUMN untuk kampanye politik.
"Dia (Prabowo-red) ngomong gitu karena pengusaha yang selama ini membandari pembiayaan politiknya sudah menarik diri," kata Masinton kepada wartawan di Jakarta, Jumat (22/6/2018).
Lanjut Anggota Komisi III DPR RI ini, bahwa, gaya kampanye yang dilakukan Prabowo bukanlah hal baru dengan penggalangan dana bersama masyarakat.
Pria kelahiran Sibolga, Sumatera Utara 11 Frebuari 1971 yang bergabung dengan Front Aksi Mahasiswa untuk Reformasi & Demokrasi (FAMRED) di tahun 1998 ini menegaskan, PDI Perjuangan sudah lebih dulu mempraktekkan cara tersebut dalam mendukung Joko Widodo, mulai dari Pilgub DKI hingga Pemilihan Presiden 2014.
Menurut mantan aktivis prodem yang juga Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan tersebut, dia meminta Ketua Umum Partai Gerindra itu tidak membuat kegaduhan atas pernyataannya menjelang Pilpres 2019.
Masinton mempertanyakan ucapan Prabowo soal banyaknya elite politik pemerintah yang menggunakan dana dari proyek-proyek BUMN untuk kampanye politik.
"Dia (Prabowo-red) ngomong gitu karena pengusaha yang selama ini membandari pembiayaan politiknya sudah menarik diri," kata Masinton kepada wartawan di Jakarta, Jumat (22/6/2018).
Lanjut Anggota Komisi III DPR RI ini, bahwa, gaya kampanye yang dilakukan Prabowo bukanlah hal baru dengan penggalangan dana bersama masyarakat.
Pria kelahiran Sibolga, Sumatera Utara 11 Frebuari 1971 yang bergabung dengan Front Aksi Mahasiswa untuk Reformasi & Demokrasi (FAMRED) di tahun 1998 ini menegaskan, PDI Perjuangan sudah lebih dulu mempraktekkan cara tersebut dalam mendukung Joko Widodo, mulai dari Pilgub DKI hingga Pemilihan Presiden 2014.
0 Response to " "
Posting Komentar