Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Jelang pendaftaran capres dan cawapres pada Agustus mendatang, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendukung adanya pihak-pihak yang berupaya menggugat Presidential Treshold menjadi 0 persen.

“Itu upaya dari publik untuk mengembalikan presidential threshold sesuai haknya. Nol persen jauh lebih baik. Kalau 0 persen, kami nyalon sendiri,” kata Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera di Jakarta, Jumat (22/6/2018).

Anggota Komisi II DPR itu menjelaskan, presidential threshold 20 persen yang saat ini berlaku sudah kurang pas digunakan dalam Pemilu 2019 mendatang karena aturan tersebut sudah dipakai pada Pemilu 2014.

Di sisi lain, jika ambang batas sebesar 0 persen maka siapa saja bisa mengajukan diri sebagai capres, hal itu sesuai dengan demokrasi yang dianut Indonesia.

“Nol persen membuat Indonesia dapat merasakan siapa orang terbaik yang muncul tanpa harus terikat kesepakatan politik 20 persen,” katanya.

Beberapa waktu lalu, praktisi dan beberapa tokoh mengajukan gugatan presidential threshold ke Mahkamah Konstitusi (MK). Salah satu yang turut mengajukan gugatan adalah pengamat politik Rocky Gerung.

Jika gugatan itu dikabulkan oleh majelis hakim, kata Mardani, maka konstelasi politik nasional bakal berubah pada Pemilu 2019.

“Maaf, Pak Jokowi bisa-bisa tidak punya banyak pendukung (jika gugatan dikabulkan),” tandasnya.

0 Response to " "

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1