Loading...
Loading...
Baru-baru ini Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengumumkan penggalangan dana untuk mendukung perjuangan politiknya serta Gerindra. Penggalangan dana itu dikarenakan ongkos politik yang tinggi.
Lantas apa tanggapan Istana terkait penggalangan dana itu? Staf Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin mempersilakan Prabowo menggalang dana.
"Kalau mau galang dana, galang saja. Tapi tidak usah pakai cara menyudutkan-menyudutkan orang. Itu justru tidak beradab," kata Ngabalin kepada kumparan, Jumat (22/6).
"Saya mau bilang bahwa mau jadi pemimpin itu akhlak harus diperbaiki. Menjadi pemimpin besar di negeri ini, harus perbaiki akhlak dengan baik," lanjut dia.
Ngabalin menegaskan karena biaya politik yang besar harusnya Prabowo bisa menghargai Presiden Joko Widodo. Karena Jokowi terpilih dari sebuah proses demokrasi yang tidak murah.
"Karena itu hargailah Presiden Joko Widodo sebagai hasil dari sebuah proses demokrasi yang luar biasa besar dan memakan berbagai konsekuensi termasuk bagaimana mempersiapkan dana yang besar," ucap Ngabalin.
Pada Kamis (21/6) kemarin, Prabowo mengumumkan penggalangan dana untuk perjuangan politiknya. Masyarakat dapat menyumbang secara langsung melalui aplikasi yang sudah disediakan.
Prabowo menjelaskan, alasan penggalangan dana adalah karena ia ingin perjuangan politiknya dibiayai rakyat. Selama ini, lanjut Prabowo, calon-calon yang bertarung di pentas pilpres atau pilkada banyak dibiayai oleh penyandang dana yang hanya memprioritaskan kepentingannya. Bukan kepentingan rakyat.
Oleh sebab itu, Prabowo lebih memilih perjuangan politiknya dibiayai langsung oleh rakyat.
Lantas apa tanggapan Istana terkait penggalangan dana itu? Staf Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin mempersilakan Prabowo menggalang dana.
"Kalau mau galang dana, galang saja. Tapi tidak usah pakai cara menyudutkan-menyudutkan orang. Itu justru tidak beradab," kata Ngabalin kepada kumparan, Jumat (22/6).
"Saya mau bilang bahwa mau jadi pemimpin itu akhlak harus diperbaiki. Menjadi pemimpin besar di negeri ini, harus perbaiki akhlak dengan baik," lanjut dia.
Ngabalin menegaskan karena biaya politik yang besar harusnya Prabowo bisa menghargai Presiden Joko Widodo. Karena Jokowi terpilih dari sebuah proses demokrasi yang tidak murah.
"Karena itu hargailah Presiden Joko Widodo sebagai hasil dari sebuah proses demokrasi yang luar biasa besar dan memakan berbagai konsekuensi termasuk bagaimana mempersiapkan dana yang besar," ucap Ngabalin.
Pada Kamis (21/6) kemarin, Prabowo mengumumkan penggalangan dana untuk perjuangan politiknya. Masyarakat dapat menyumbang secara langsung melalui aplikasi yang sudah disediakan.
Prabowo menjelaskan, alasan penggalangan dana adalah karena ia ingin perjuangan politiknya dibiayai rakyat. Selama ini, lanjut Prabowo, calon-calon yang bertarung di pentas pilpres atau pilkada banyak dibiayai oleh penyandang dana yang hanya memprioritaskan kepentingannya. Bukan kepentingan rakyat.
Oleh sebab itu, Prabowo lebih memilih perjuangan politiknya dibiayai langsung oleh rakyat.
0 Response to " "
Posting Komentar