Loading...
Loading...
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Yahya Cholil Staquf angkat bicara terkait kehadirannya untuk memenuhi sebuah undangan dari forum Amerika-Yahudi di Yerusalem, Israel beberapa waktu lalu.
Dalam video yang diunggah oleh sebuah akun Facebook bernama Yaqut Cholil Qoumas, Kamis (14/6/2018), pria yang akrab disapa Gus Yahya tersebut menjelaskan alasan mengapa dirinya datang ke Yerusalem.
"Saya datang ke Yerusalem dengan kekhawatiran besar. Saya takut seluruh upaya untuk menciptakan perdamaian berhenti dan harapan untuk perdamaian telah mati," ujar Gus Yahya saat berbicara di panggung dengan latar belakang Truman Institute.
Di kesempatan yang sama, Gus Yahya juga mengaku telah mendengar kontroversi yang timbul akibat kehadirannya di Israel.
"Warga dari negara tempat saya berasal justru mengutuk saya. Mereka mempertanyakan sikap saya yang datang ke Yerusalem, 'Apakah Anda Muslim? Kenapa Anda tidak mendukung Palestina?'," sambungnya.
Lantas, Gus Yahya pun menegaskan bahwa dirinya sejak awal telah berkomitmen untuk mendukung Palestina melawan penjajah Israel.
"Saya adalah Muslim. Saya adalah ulama dan saya mengabdi di salah satu organisasi muslim terbesar di Indonesia dan mungkin dunia. Anda bisa melihat sejarah saya dalam memperjuangkan Palestina. Saya tidak akan berada di sini apabila tidak peduli pada Palestina," tegasnya sambil merujuk pada organisasi Nahdlatul Ulama (NU).
"Tetapi saya rasa saya tidak perlu menjelaskan maksud saya berada di sini," sambungnya.
Ia juga mengutip sebuah pesan dari sahabat Nabi Muhammad SAW, "Sayyidina Ali Karomallahu Wajhah. Mereka yang menyukaimu tak butuh penjelasan darimu. Mereka yang membencimu tak akan mengubah pemikirannya, meski kamu menjelaskan."
Di akhir ceramahnya, Gus Yahya pun berjanji akan tetap fokus memperjuangkan nasib warga Palestina. "Oleh karena itu saya katakan, 'Let it be.' Saya hanya akan berkonsentrasi kepada misi yang saya emban," tutupnya.
Dalam video yang diunggah oleh sebuah akun Facebook bernama Yaqut Cholil Qoumas, Kamis (14/6/2018), pria yang akrab disapa Gus Yahya tersebut menjelaskan alasan mengapa dirinya datang ke Yerusalem.
"Saya datang ke Yerusalem dengan kekhawatiran besar. Saya takut seluruh upaya untuk menciptakan perdamaian berhenti dan harapan untuk perdamaian telah mati," ujar Gus Yahya saat berbicara di panggung dengan latar belakang Truman Institute.
Di kesempatan yang sama, Gus Yahya juga mengaku telah mendengar kontroversi yang timbul akibat kehadirannya di Israel.
"Warga dari negara tempat saya berasal justru mengutuk saya. Mereka mempertanyakan sikap saya yang datang ke Yerusalem, 'Apakah Anda Muslim? Kenapa Anda tidak mendukung Palestina?'," sambungnya.
Lantas, Gus Yahya pun menegaskan bahwa dirinya sejak awal telah berkomitmen untuk mendukung Palestina melawan penjajah Israel.
"Saya adalah Muslim. Saya adalah ulama dan saya mengabdi di salah satu organisasi muslim terbesar di Indonesia dan mungkin dunia. Anda bisa melihat sejarah saya dalam memperjuangkan Palestina. Saya tidak akan berada di sini apabila tidak peduli pada Palestina," tegasnya sambil merujuk pada organisasi Nahdlatul Ulama (NU).
"Tetapi saya rasa saya tidak perlu menjelaskan maksud saya berada di sini," sambungnya.
Ia juga mengutip sebuah pesan dari sahabat Nabi Muhammad SAW, "Sayyidina Ali Karomallahu Wajhah. Mereka yang menyukaimu tak butuh penjelasan darimu. Mereka yang membencimu tak akan mengubah pemikirannya, meski kamu menjelaskan."
Di akhir ceramahnya, Gus Yahya pun berjanji akan tetap fokus memperjuangkan nasib warga Palestina. "Oleh karena itu saya katakan, 'Let it be.' Saya hanya akan berkonsentrasi kepada misi yang saya emban," tutupnya.
0 Response to " "
Posting Komentar