Loading...
Loading...
Aktivis Denny Siregar menyebut Joko Widodo adalah Presiden dari kaum sandal butut.
Pernyataan itu dilontarkan Denny dalam sebuath tulisan yang diunggah di halaman Facebooknya, Sabtu (16/6) kemarin. Tulisan itu berjumlah 9 paragraf yang diberi judul 'Presiden Kaum Sandal Butut'.
Dalam tulisannya, Denny juga menyinggung permasalahan antre saat acara halal bihalal di Istana Bogor, Jumat (15/6) lalu. Mengingat permasalahan itu mencuat lantaran Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diduga tidak mengikuti antrean untuk bersalaman dengan Jokowi, sehingga warga menyorakinya.
Berikut tulisan lengkap Denny Siregar.
PRESIDEN KAUM SANDAL BUTUT..
Sandal butut tetaplah butut, tetapi ia juga tetap sandal, yang melindungi kaki dari tajamnya kerikil di jalanan..
Sandal butut bukanlah trend sesaat, tapi ia adalah simbol dari kaum marjinal, yang bukan tidak mampu membeli sepatu baru, tetapi lebih mementingkan mengisi perut untuk hidup..
Sandal butut adalah sejarah. Sejarah perjuangan tak henti dalam mengayuh kaki mencari rejeki dan sesuap nasi..
Sandal butut yang terbiasa menginjak panasnya aspal jalanan, dengan gamang menginjak tebal dan lembutnya karpet istana. Dipadu dengan dinginnya AC di ruangan dan mewahnya makanan sesudah berpuasa selama sebulan..
Inilah makna sebenarnya dari Lebaran, ketika kaum papa mendapat kehormatan, raja sehari dari setahun perjuangan dan menaikkan derajat orang yang terbuang..
Dan Jokowi adalah Presiden dari kaum sandal butut, yang membuka rumah untuk mereka, supaya mereka bisa merasakan megahnya istana dan mengagumi semua sejarah di dalamnya yang dibangun dari sejarah mereka juga..
Semua manusia baginya sama, baik kaum sandal butut maupun kaum sepatu kulit berharga jutaan. Dan ia menerima mereka, sesuai antriannya, bukan sesuai pangkatnya di dunia..
Coba tanyakan pada para pembenci, bagaimana bisa mereka begitu tidak menyukainya, ketika kaum sandal butut pun dimanusiakannya ?
Mungkin secangkir kopi bisa menjawabnya..
Pernyataan itu dilontarkan Denny dalam sebuath tulisan yang diunggah di halaman Facebooknya, Sabtu (16/6) kemarin. Tulisan itu berjumlah 9 paragraf yang diberi judul 'Presiden Kaum Sandal Butut'.
Dalam tulisannya, Denny juga menyinggung permasalahan antre saat acara halal bihalal di Istana Bogor, Jumat (15/6) lalu. Mengingat permasalahan itu mencuat lantaran Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diduga tidak mengikuti antrean untuk bersalaman dengan Jokowi, sehingga warga menyorakinya.
Berikut tulisan lengkap Denny Siregar.
PRESIDEN KAUM SANDAL BUTUT..
Sandal butut tetaplah butut, tetapi ia juga tetap sandal, yang melindungi kaki dari tajamnya kerikil di jalanan..
Sandal butut bukanlah trend sesaat, tapi ia adalah simbol dari kaum marjinal, yang bukan tidak mampu membeli sepatu baru, tetapi lebih mementingkan mengisi perut untuk hidup..
Sandal butut adalah sejarah. Sejarah perjuangan tak henti dalam mengayuh kaki mencari rejeki dan sesuap nasi..
Sandal butut yang terbiasa menginjak panasnya aspal jalanan, dengan gamang menginjak tebal dan lembutnya karpet istana. Dipadu dengan dinginnya AC di ruangan dan mewahnya makanan sesudah berpuasa selama sebulan..
Inilah makna sebenarnya dari Lebaran, ketika kaum papa mendapat kehormatan, raja sehari dari setahun perjuangan dan menaikkan derajat orang yang terbuang..
Dan Jokowi adalah Presiden dari kaum sandal butut, yang membuka rumah untuk mereka, supaya mereka bisa merasakan megahnya istana dan mengagumi semua sejarah di dalamnya yang dibangun dari sejarah mereka juga..
Semua manusia baginya sama, baik kaum sandal butut maupun kaum sepatu kulit berharga jutaan. Dan ia menerima mereka, sesuai antriannya, bukan sesuai pangkatnya di dunia..
Coba tanyakan pada para pembenci, bagaimana bisa mereka begitu tidak menyukainya, ketika kaum sandal butut pun dimanusiakannya ?
Mungkin secangkir kopi bisa menjawabnya..
0 Response to " "
Posting Komentar