Loading...
Loading...
Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Taufik Kurniawan menyayangkan insiden intimidasi yang terjadi di gelaran car free day antara massa yang menggunakan kaus #2019GantiPresiden dengan masyarakat berkaus #DiaSibukKerja.
"Ada rombongan aksi ganti presiden kausnya, tetapi di sisi lain ada juga yang pakai kaus dia sibuk bekerja. Ini kan sudah jelas, tahu ada dua faksi masyarakat di tempat yang sama," kata Taufik di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (2/5/2018).
Menurutnya, insiden bentrok antara dua kubu yang berbeda pandangan politik itu seharusnya bisa tertangani jika keduanya tak bertemu dalam satu tempat. Sebab, hal itulah yang dinilai memicu dugaan intimidasi yang dialami wanita bernama Susi Ferawati (39).
"Kalau sudah seperti itu ya harusnya dipisahkan supaya tidak bentrok. Kalau sudah ada aksi saling provokasi seperti itu. Si Ibu (Susi) ini juga sebaiknya jangan pakai kaus itu," tegasnya.
Menurutnya, masyarakat harus melihat secara objektif dan tak hanya menyalahkan satu sisi semata.
Dari kacamata Taufik, insiden tersebut tak bisa serta merta disebut intimidasi mengingat dua-duanya memiliki kepentingan dalam aksi di CFD. Hal itu terlihat dari kedua pihak yang sama-sama mengenakan kaus bermuatan politik.
"Jangan saling memberikan aksi provokasi yang seolah-olah hanya satu pihak yang salah. Kalau satu sisi pakai baju sipil dan diintimidasi, baru itu bermasalah. Tapi ini dua-duanya, satunya (pakai baju) aksi sibuk bekerja, satunya lagi aksi ganti presiden. Ini yang harus disadari," pungkasnya.
"Ada rombongan aksi ganti presiden kausnya, tetapi di sisi lain ada juga yang pakai kaus dia sibuk bekerja. Ini kan sudah jelas, tahu ada dua faksi masyarakat di tempat yang sama," kata Taufik di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (2/5/2018).
Menurutnya, insiden bentrok antara dua kubu yang berbeda pandangan politik itu seharusnya bisa tertangani jika keduanya tak bertemu dalam satu tempat. Sebab, hal itulah yang dinilai memicu dugaan intimidasi yang dialami wanita bernama Susi Ferawati (39).
"Kalau sudah seperti itu ya harusnya dipisahkan supaya tidak bentrok. Kalau sudah ada aksi saling provokasi seperti itu. Si Ibu (Susi) ini juga sebaiknya jangan pakai kaus itu," tegasnya.
Menurutnya, masyarakat harus melihat secara objektif dan tak hanya menyalahkan satu sisi semata.
Dari kacamata Taufik, insiden tersebut tak bisa serta merta disebut intimidasi mengingat dua-duanya memiliki kepentingan dalam aksi di CFD. Hal itu terlihat dari kedua pihak yang sama-sama mengenakan kaus bermuatan politik.
"Jangan saling memberikan aksi provokasi yang seolah-olah hanya satu pihak yang salah. Kalau satu sisi pakai baju sipil dan diintimidasi, baru itu bermasalah. Tapi ini dua-duanya, satunya (pakai baju) aksi sibuk bekerja, satunya lagi aksi ganti presiden. Ini yang harus disadari," pungkasnya.
0 Response to " "
Posting Komentar