Loading...
Loading...
Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah menyampaikan berbagai kritikannya terhadap Presiden Joko Widodo.
Hal ini membuat seorang netizen dengan akun @synystergate78 mengatakan,"Semakin kuat kau gaungkan kebencian terhadap jokowi semakin kencang kami menyuarakan #2019TetapJokowi".

Menanggapi tersebut, Fahri mengatakan,"Dia lebih layak dikasihani daripada dibenci... #PresidenBaru2019".

Membalas ucapan dari Fahri Hamzah, seorang netizen lainnya mengatakan,"Kalian wakil kami di parlemen yg selalu kami gaji dari hasil keringat kami, lebih kasihan lg jika ada yg terkena korupsi. Miris".

Fahri Hamzah pun menyarankan agar dewasa kini lebih memperbaiki dalam memilih.
Dirinya menyarankan agar tidak memilih partai yang banyak koruptornya dan memilih presiden yang bisa menghentikan korupsi dalam setahun.

Tak hanya sampai di situ, Fahri juga menyampaikan himbauan tagar #PresidenBaru2019 untuk menggantikan tagar #2019GantiPresiden yang sebelumnya di larang.
"Karena tagar:
#2019GantiPresiden
DILARANG
maka mulai sekarang pakailah tagar:
#PresidenBaru2019.
Memang yg pertama agak ofensif sementara yang baru lebih persuasif...", tulis Fahri.
Hal ini membuat seorang netizen dengan akun @synystergate78 mengatakan,"Semakin kuat kau gaungkan kebencian terhadap jokowi semakin kencang kami menyuarakan #2019TetapJokowi".

Menanggapi tersebut, Fahri mengatakan,"Dia lebih layak dikasihani daripada dibenci... #PresidenBaru2019".

Membalas ucapan dari Fahri Hamzah, seorang netizen lainnya mengatakan,"Kalian wakil kami di parlemen yg selalu kami gaji dari hasil keringat kami, lebih kasihan lg jika ada yg terkena korupsi. Miris".

Fahri Hamzah pun menyarankan agar dewasa kini lebih memperbaiki dalam memilih.
Dirinya menyarankan agar tidak memilih partai yang banyak koruptornya dan memilih presiden yang bisa menghentikan korupsi dalam setahun.

Tak hanya sampai di situ, Fahri juga menyampaikan himbauan tagar #PresidenBaru2019 untuk menggantikan tagar #2019GantiPresiden yang sebelumnya di larang.
"Karena tagar:
#2019GantiPresiden
DILARANG
maka mulai sekarang pakailah tagar:
#PresidenBaru2019.
Memang yg pertama agak ofensif sementara yang baru lebih persuasif...", tulis Fahri.

0 Response to " "
Posting Komentar