Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Setelah sebelumnya sempat dikritik oleh Amien Rais sebagai pemimpin pro asing dan 'aseng' bahkan sontoloyo, Presiden Joko Widodo akhirnya buka suara.

Hadir dalam Harlah ke-93 Al Khairiyah dan silaturahmi dengan 1.000 ulama Banten di Gedung Yayasan Al Khairiyah, Banten (11/5), Jokowi menyindir pihak-pihak yang gemar menghujat sebagai perusak persatuan bangsa.

"Lihat, buka, kita ini lupa bahwa kita saudara, mestinya yang kita perkuat ukhuwah Islamiah, ukhuwah wathoniyah, dan lebih besar lagi ukhuwah insaniyah dan bashariah kita jaga sama-sama. Jangan saling mencela, mengejek, menjelekkan, saling mencemooh, saling curiga, ujaran kebencian, ujaran kedengkian," ujar Jokowi seperti dilansir detik.com.

Sebagai negara besar, Jokowi menyarankan masyarakat untuk berpikir positif dan tidak gampang menghakimi.

Selain itu, Jokowi berpesan pada seluruh rakyat Indonesia untuk menikmati pesta demokrasi dalam pilkada serentak nanti dan mengisinya dengan kegiatan yang konstruktif.

"Yang mau saya sampaikan, marilah kita menyadari sama-sama bahwa kita ini adalah saudara sebangsa dan setanah air. Beda pilihan silakan. Ini adalah pesta demokrasi," tegas Jokowi.

Oleh karena itu, mantan wali kota Solo itu menghimbau rugi besar jika harus gontok-gontokan hanya karena masalah politik.

0 Response to " "

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1