Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Pedri Kasman menilai tidak lazim mantan gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tetap ditahan di Markas Korps Brimob Polri, Depok, Jawa Barat, padahal jelas-jelas tempat itu tidak aman.

"Hal ini terlihat menjadi aneh dan janggal. Pada 9 Mei 2017 begitu divonis Ahok hanya singgah sebentar di lapas Cipinang, lalu bawa ke mako Brimob dengan alasan keamanan. Kejadian kemarin ternyata meruntuhkan alibi itu, mako tidak aman, bahkan sangat mencekam," ujar dia kepada wartawan Minggu (13/5).

"Alasan apalagi yang dipakai untuk menjustifikasi itu? Makin aneh dan penuh tanda tanya," Pedri menambahkan.

Pedri curiga dengan langkah pihak berwajib tetap menempatkan Ahok di Mako Brimob.

"Apa karena fasilitas di mako lebih bagus? Atau supaya tidak ada masyarakat yang bisa memantau keberadaan Ahok? Pertanyaan lainnya, apa benar Ahok ada di mako? Pertanyaan-pertanyaan ini akan terus menggelayuti benak publik," kata dia.

Dia curiga ada perlakuan khusus terhadap terpidana kasus penistaan agam aitu.

"Saya kira ini akan menjadi beban sejarah pemerintahan Jokowi. Aroma ketidakadilan begitu kentara. Ahok begitu istimewa. Tidak ada kesamaan di depan hukum," kata dia. []

0 Response to " "

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1