Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) angkat bicara soal aksi terorisme dan RUU Antiterorisme yang tengah hangat diperbincangkan. SBY juga menegaskan tidak mau menyebut aksi teror itu sebagai pengalihan itu.

"Serangan teroris beberapa saat lalu nyata. Saya tak latah berkata 'ini pengalihan isu', seperti tuduhan sejumlah politisi kepada saya dulu yang 'ASBUN'. *SBY*," tulis SBY lewat akun @SBYudhoyono, Rabu (23/5).

Anggapan adanya pengalihan isu memang selalu dikaitan dengan setiap aksi terorisme. Hal itu juga pernah dirasakan SBY setiap kali aksi teroris muncul selama pemerintahannya.

SBY mengatakan, dirinya mendukung RUU Antiterorisme yang tengah diperjuangkan pemerintah saat ini. Tujuannya tak lain agar pencegahan dan pemberantasan terorisme jauh lebih efektif.

"Definisi terorisme yang ditawarkan pemerintah baik. Tajam, fokus dan relevan. Jangan seperti rumusan "subversi" yg melebar ke mana-mana. *SBY*," imbuh dia.


Ketum Partai Demokrat itu menilai penegak hukum perlu dibekali dengan payung hukum dan kewenangan yang cukup untuk bisa mendeteksi hingga menggagalkan aksi terorisme.

Kewenangan yang diberikan juga tidak boleh disalahgunakan. Terutama soal kemungkinan diizinkannya penyadapan terhadap terduga teroris.

"Kewenangan untuk menyadap dan menahan terduga teroris harus tepat dan benar. Jangan disalahgunakan. Jangan rakyat malah merasa 'diteror'. *SBY*," tutur dia.

SBY berharap seluruh aparat terkait mulai Polri, TNI, BIN harus bisa bekerja dengan sangat baik. Yang paling utama tentu mengenyampingkan ego.

"Kerja sama dan sinergi antara aparat intelijen, kepolisian dan koter TNI harus baik dan efektif. Hindarkan ego masing-masing. Semuanya penting. *SBY*," ujar SBY.
Yang tak kalah penting, seluruh elemen masyarakat harus memiliki pandangan yang sama terkait pemberantasan terorisme. Baik pemerintah maupun oposisi.

"Menghadapi terorisme kita harus bersatu dan miliki mindset yang sama. Pihak pemerintah dan oposisi juga harus memiliki sikap yang sama. *SBY*," ucap SBY.

0 Response to " "

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1